Your SEO optimized title TIM UIN Alauddin Raih Juara Kompetisi Ajang Makassar CityAPP 2014 – IndotimNews
loading...
Home / Indotimnews / TIM UIN Alauddin Raih Juara Kompetisi Ajang Makassar CityAPP 2014

TIM UIN Alauddin Raih Juara Kompetisi Ajang Makassar CityAPP 2014

Smart-City-300x139-1Makassar– Tim Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin III Makassar berhasil menjadi juara pada kompetisi pengembangan aplikasi berbasis web dan mobile dalam ajang Makassar CityApp Appathon (Aplikasi Marathon) yang digelar oleh Microsoft bersama CITYNET dan Pemerintah Kota Makassar, di Aula Lantai 2 Rumah Sakit Pendidikan Unhas, Kamis (2/10/14) sore.

Makassar CityApp Appathon merupakan salah satu rangkaian program Microsoft CityNext yang merupakan kerjasama strategis antara Microsoft, CITYNET dan pemerintah Kota Makassar untuk merekonstruksi dan mengembangkan Kota Makassar menjadi salah satu Smart City di Indonesia, dengan mengedepankan inovasi untuk mengembangkan solusi teknologi yang dapat mengatasi berbagai tantangan perkotaan.

Dari 500 peserta terdiri dari pelajar SMU dan mahasiswa se Kota Makassar ini, 10 tim dinobatkan yang terbaik dengan berbagai aplikasi. Tim UIN III dengan aplikasi ‘macca’ (pintar) dimana mengambil konsntrasi program pemerintah bebas pengangguran. Aplikasi yang didemonstarsikan dihadapan dewan juri tersebut mengulas bagaimana masyarakat dapat mencari pekerjaan.

“Kami dewan juri berdebat dan akhirnya disepakati juaranya mereka (UIN III aplikasi ‘macca’). Karena itu lebih mudah diaplikasikan, lebih dibutuhkan orang dan lebih simple dan hal yang sederhana yang mereka jawab. Banyak sekarang diinternet  tentang kerja, tetapi yang termanaj dengan baik itu belum pernah ada,” papar Wali Kota Makassar yang juga dewan juri Makassar CityApp Appathon, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto.

Lebih lanjut kata kansultan tata ruang kota ini, dalam pengembangan suatu kota adalah merekonstruksi nasib rakyat menjadi sejahtera standar dunia dan syaratnya adalah pekerjaan.

“Ini sejalan dengan program kami juga yang pertama menuju bebas pengangguran. Dan mereka jawab dengan aplikasi tadi (macca). Selanjutnya kita akan mengundang mereka untuk menyempurnakan. Karena kedepan usai lelang jabatan camat dan lurah wajib mengaplikasi smart city,” ulas suami Ketua TP PKK KOta Makassar, Indira Jusuf Ismail.

Tim UIN III berhasil mendapatkan hadiah uang tunai Rp 8 juta, tablet Windows 8.1 dan Windows Phone, serta memperoleh wildcard untuk menjadi semifinalis Microsoft Imagine Cup 2015 Indonesia dalam kategori Citizenship.

Adapun juara 3 dari Informatika Unhas C aplikasi Makassarta Tidak Rantasa Rp 6 juta, dan juara 2 tim UNM I aplikasi super ambulans Rp 7 juta, dan juara 1 dari UIN Alauddin Makassar III aplikasi macca Rp 8 juta.

Sebelumnya para peserta diberi 9 isu yang menjadi dasar dari pembuatan aplikasi di CityApp Appathon adalah Bebas Pengangguran, Jaminan Sosial Keluarga, Layanan Keehatan 24 Jam, Tabungan Pendidikan, Program Tukar Sampah dengan Beras, Pelatihan gratis dan Kredit Bebas Agunan, Taman Kota, Perumahan Umum Terjangkau, dan Melibatkan Masyarakat dalam Proses Penegakan Hukum.

The Appathon merupakan bagian dari komitmen bersama yang telah disepakati oleh Walikota Makassar, Ir. H. Moh. Ramdhan Pomanto dan Microsoft APAC sejak Mei 2014 untuk memposisikan Makassar sebagai salah satu ‘Smart City’ di Indonesia. Kemitraan strategis ini ditujukan untuk menciptakan keterlibatan warga yang lebih baik, meningkatkan efisiensi pemerintah dan mengembangkan ekosistem perangkat lunak lokal dengan memanfaatkan kekuatan komputasi awan.

“Saya senang melihat antusiasme yang tinggi di kalangan mahasiswa yang ingin berkontribusi dan memperbaiki kota mereka dengan mengembangkan aplikasi, untuk mengatasi tantangan perkotaan. Ini adalah langkah pertama kami dalam perjalanan transformasi untuk menjadi kota dengan tingkat efisiensi yang tinggi dan memiliki interkonektivitas yang baik di Indonesia,” ujar Danny.

Hal senada juga ditegaskan Wakil Presiden Divisi Sektor Publik Asia, Microsoft, Stefan Sjöström,  bahwa Appathon adalah batu loncatan dari komitmen jangka panjang Microsoft untuk kota Makassar. Ini adalah gambaran nyata dari pendekatan Microsoft yang berfokus pada masyarakat dalam setiap kerjasamanya dengan pemerintah kota di Indonesia.

“Sangat senang rasanya melihat pemerintah Makassar tidak hanya membahas mengenai infrastruktur dalam wacana inovasi kota, tetapi juga bagaimana agar dapat menemukan sumber daya terpenting – yaitu potensi warganya sendiri. Ini merupakan ciri kepemimpinan yang baik,” tambah Sjöström.

Melalui Appathon, Microsoft juga mendukung transfer pengetahuan teknologi dan informasi (IT). Tak hanya itu, Microsoft juga berupaya untuk berbagi banyak ilmu pengetahuan lainnya melalui program “Train-the-Trainer” yang diselenggarakan untuk sejumlah guru SMA dan dosen Universitas.

Selain bekerja sama dengan Microsoft, kota Makassar juga bekerja sama dengan CITYNET, jaringan otoritas lokal di tingkat regional yang berfokus pada pengelolaan pemukiman warga. Lebih dari 25 tahun, CITYNET telah membantu pemerintah daerah di kawasan Asia-Pasifik untuk membangun kota yang lebih nyaman bagi warganya, termasuk kota Makssar
Youngmin Chang, Direktur Program, CITYNET juga menegaskan bahwa keikutsertaan CITYNET dalam ajang Appathon bersama pemerintah kota Makassar dan Microsoft disambut gembira.

Konsep kota cerdas merujuk pada manajemen sumber daya yang cerdas dan efisien serta melibatkan peran masyarakat dalam pembangunan tata kota, dan CityApp Makassar menerapkan konsep ini.

Pemenang CityApp Appathon akan diumumkan pada 2 Oktober 2014. Hal yang paling membanggakan bagi tim pemenang adalah aplikasi mereka akan diimplementasikan oleh pemerintah daerah untuk membantu mengatasi tantangan yang dihadapi warga Makassar. Selain itu, pemenang kompetisi ini (Din)

loading...

Check Also

Anggaran TNI 2017 senilai Rp.5,440 Triliun, termasuk penanggulangan terorisme

Indotimnews– Penambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2017 yang dialokasikan untuk TNI …