Tokoh Masyarakat Panampu Temui Walikota Makassar Terkait Kasus penganiayaan

oleh -1.773 views

IMG_20140915_004010-1Makassar– Puluhan tokoh masyarakat (Tomas) Pannampu diterima Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto di rumah jabatannya, Jl Penghibur, Minggu (14/9/14).

Dalam pertemuan tersebut, pasangan Syamsu Rizal mendengarkan masukan dari para tokoh masyarakat terkait peristiwa pemukulan anggota polisi Kompol Patahuddin yang dialami Muktar, sopir mobil kanvas yang tinggal di Kompleks Pasar Pannampu.

Salah seoarang tomas Pannampu  menuturkan, peristiwa pengepungan rumah oknum polisi tersebut merupakan salah satu bentuk luapan emosi dari warga yang resah dengan kelakuan Patahuddin.

“Sering mi na anu orang, tapi selama ini tidak berani warga melapor karena tinggi pangkatnya,” ujar salah seorang tomas Pannampu diikuti riuhan “betul”.

Beradasarkan masukan dari para tomas ada 5 poin penting yang disepakati bersama.
Para tomas sepakat akan mengawal proses hukum terhadap pelaku, diharapkan kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali, meminta agar oknum tersebut tidak tinggal kembali dikawasan Pannampu, meminta pihak kepolisian untuk memutasi oknum tersebut, meminta pelaku untuk menyampaikan permohonan maaf untuk seluruh masyarakat Pannampu.

Pertemuan ini juga dihadiri unsur tripika kecamatan Tallo. Para Tomas Pannampu juga menyampaikan masukan nya pada suami Ketua TP-PKK, Indira Jusuf Ismail, terkait kondisi lingkungan membuat warga merasa tertekan. Antara lain kondisi pasar yang sudah tidak layak, kurangnya ruang terbuka hijau (RTH) sebagai tempat melepas ketegangan, serta tidak adanya wadah untuk warga bercengkrama.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto dihadapan para tomas Pannampu mengatakan akan menuruskan poin aspirasi tersebut ke pihak kepolisian. “Saya juga akan membuat tembusan ke Mabes Polri terkait masukan para tomas ini,” kata Danny.

Mantan konsultan tata ruang kota juga mengatakan, pemerintah Kota Makassar akan konsen mengawal masukan dari para tomas dan kedepannya pemkot juga akan segera mengambil tindakan terkait sejumlah masalah sosial yang terjadi dikawasan tersebut.

“Kalau mayoritas pedagang sepakat untuk menjadikan Pasar Pannampu menjadi baik maka secepatnya pemkot akan mencarikan dana untuk membangun Pasar Pannampu menjadi baik dan tidak kumuh seperti sekarang ini,” ucap ayah tiga anak.(Karebosipost)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.