10 Kabupaten bakal Pilkada, Gubernur Sulsel Diminta Tunjuk Carateker Bupati Profesional

oleh -163 views

20150206_01_15_39Indotimnews.com– Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo diminta untuk profesional dalam menunjuk caretaker atau pelaksana tugas (Plt) bupati untuk 10 kabupaten yang masa baktinya telah habis di pertengahan tahun ini.

“Ada 10 kabupaten yang akan menggelar Pilkada dan itu baru dilaksanakan akhir tahun. Sedangkan 10 bupati ini sudah habis masa baktinya pada pertengahan tahun. Artinya, akan ada caretaker bupati yang jalankan pemerintahan,” ujar Wakil Sekertaris Demokrat Sulsel Selle KS Dalle di Makassar, Kamis.

Dia mengatakan, 10 kabupaten yang akan dipimpin oleh pelaksana tugas bupati harus betul-betul paham mengenai pemerintahan serta profesional, apalagi ini jelang pelaksanaan pilkada.

Gubernur, kata legislator DPRD Sulsel itu, mempunyai kewenangan mutlak dalam menunjuk caretaker untuk mengisi kekosongan pemerintahan yang ditinggal oleh bupati.

Hanya saja, dirinya mengingatkan agar orang-orang yang ditempatkan di 10 kabupaten itu tidak memiliki afiliasi terhadap partai Golkar Sulsel, apalagi gubernur merupakan Ketau DPD I Partai Golkar Sulsel.

“Kita berharap seperti itu (Profesional). Tentu tidak bisa dinafikkan bahwa akan ada pertimbangan subyektifitas, tidak bisa karena kepentingan politik praktis yang lebih menonjol,” kata Selle.

Selle KS Dalle mengatakan, pihaknya berharap ada profesionalisme dalam menunjuk pejabat bupati sementara. Gubernur diharapkan bisa menghilangkan pertimbangan subyektif dan memisahkan dirinya sebagai pemerintah dan ketua salah satu parpol.

Anggota DPRD Sulsel ini menyebut kalau segala aturan terkait hal itu sudah diatur jelas dalam Undang Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) Nomor 5 tahun 2014 yang menjadi rambu dan koridor ketat penempatan jabatan.

Hal senada diutarakan Wakil Bendahara DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif. Menurutnya, pejabat caretaker harus mendapat kepastian tidak akan memihak salah satu kandidat di Pilkada.

“Bupati caretaker harus betul sempurna, tidak akan memihak pada salah satu kandidat. Posisinya (Syahrul) menunjuk sebagai gubernur, jadi tentu secara profesional melihat siapa yang akan ditunjuk agar bisa prefesional juga menjalankan tugasnya,” katanya.

Sahar menambahkan, penunjukkan pejabat caretaker sepenuhnya adalah kewenangan mutlak Gubernur. Sehingga pihak lain hanya bisa berharap penunjukkan tersebut tanpa intrik politik sama sekali.

“Kita berpikir positif saja, profesionalisme seorang Syahrul. Harusnya memang penunjukan ini dijalankan dengan profesional,” sebutnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo telah mempersiapkan 10 pejabat eselon II yang akan dipersiapkan sebagai caretaker atau pelaksana tugas (Plt) bupati yang masa baktinya telah habis pada pertengahan tahun ini.

“Berdasarkan tahapan Pilkada dari KPU itu akan dimulai pada bulan Februari dan pemilihannya sendiri dijadwalkan akhir tahun ini sedangkan di pertengahan tahun, 10 bupati sudah habis masa baktinya,” ujarnya.

Syahrul mengatakan, pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak dilaksanakan di 10 kabupaten tahun ini. Pemilihannya baru akan digelar pada November, sedangkan masa bakti 10 bupati itu telah berakhir, sehingga satu-satunya cara yakni menunjuk caretaker.

Dia mengaku jika caretaker yang disiapkan itu tidak asal menunjuk pejabat eselon II saja, melainkan telah dipersiapkan jauh-jauh hari dengan cara melakukan uji kelayakan dan menjaringnya.

“Caretaker yang akan disimpan nantinya tidak berasal dari daerah mereka. Kemudian pelaksana tugas itu harus memiliki uji kompetensi dan kemampuan dalam menjalankan roda pemerintahan,” kata Syahrul.

10 kepala daerah periode 2010-205 yang habis masa baktinya itu yakni Bupati Bulukumba, Selayar, Maros, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Barru, Soppeng, Tana Toraja, Luwu Utara (Lutra) dan Luwu Timur (Lutim).
(antarasulsel)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.