12 Ton Ikan Berformalin Dimusnahkan

oleh -193 views

20150202_13_57_05Indotimnews.com– Sebanyak 12 ton ikan berformalin yang diamankan Dinas Kelautan dan Perikananan (DKP) Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 1 Februari 2015 dimusnahkan di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Oeba, Kota Kupang.

Belasan ton ikan berformalin yang dimusnahkan berasal dari Lewoleba, Lembata dan Larantuka, Flores Timur. Dari hasil uji laboratorium ikan jenis lamuru dan tongkol itu mengandung 0,44 MMP, sehingga tidak layak konsumsi.

Pemusnahan ikan-ikan berformalin ini mendapat pengawalan aparat kepolisian yang disaksikan pemilik kapal pengangkut ikan dan sejumlah nelayan.

Pemusnahan ikan-ikan berformalin dilakukan dengan cara menimbunnya dalam lubang sekitar 6 meter, agar tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap.

“Seluruh ikan–ikan yang mengandung formalin ini dimusnahkan, karena tidak layak konsumsi,” kata kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Abraham Maulaka.

Terkait dengan proses hukum pemilik kapal, menurut dia,pihak masih melakukan pengumpulan data dan pemeriksaan dokumen kapal yang dilakukan PPNS DKP NTT.

“Jika hasil pemeriksaan terbukti kapal pengangkut ikan berformalin tidak miliki dokumen, maka akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya akan meningkatkan pegawasan bagi kapal–kapal yang mengangkut ikan dari luar daerah ke Kupang melalui TPI Oeba akan dilakukan pemeriksaan uji sampel.

“Hal ini dilakukan untuk meminimalisir masuknya ikan-ikan berformalin ke daerah ini,” tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang Selly Tokan Kamilus mengatakan, maraknya ikan berformalin di Kota Kupang akan membunuh masyarakat secara perlahan-lahan.

Apalagi, kasus ikan berformalin ini sebenarnya sudah berlangsung lama, namun baru terkuak.

“Kasus ini sudah lama, tapi baru terungkap. Ini sama saja mau membunuh warga secara perlahan,” katanya. (nttterkini.com)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.