Mahasiswa HPMB unjuk rasa soal penahanan Guru Maya, ini tuntutannya

oleh -399 views

_20160518_192658Makassar– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB.) Melakukan aksi unjuk rasa di Jalan A. P. Pettarani, Rabu (18/5), terkait penahanan seorang guru SMPN.1 Bantaeng, Nurmayani alias Maya oleh pihak kejaksaan negeri Bantaeng akibat adanya laporan penganiayaan terhadap siswanya sendiri, Tiara (15)., Bulan agustus 2015 lalu, di Polres Bantaeng.

Dalam aksi ini HPMB meminta penegak hukum di Bantaeng untuk membebaskan sang ibu guru, Maya,  karena dianggap tidak sesuai prosedur sebgai mana di atur dalam KUHAP dan PERKAP No. 12 tahun 2009.

“Aksi kami ini adalah wujud prihatin dengan dunia pendidikan di Bantaeng dan kami anggap ada keganjilan dalam peyidikan. Aksi prakondisi ini akan berlanjut dalam waktu dekat ini di Kabupaten Bantaeng dan kami akan melakukakan aksi besar-besar di bumi Butta Toa sebagai kecintaan kami terhadap Guru. Ingat, Guru adalah pahlawan bagi kami.” ujar koordinator  aksi, Ahmad miswari.H.

Sementara itu Koordinator Mimbar unjukrasa HPMB, Muhammad Ubaidilah dalam orasinya  juga menuntut penegak hukum di Bantaeng untuk segera membebaskan Ibu Nurmayani demi hukum. Mahasiswa HPMB Bantaeng yang bergantian melakukan orasi juga meminta Kapolda Sulsel untuk mencopot penyidik Polres Bantaeng yang tidak menjalankan Standar operasional prosedur (SOP) yang sebagi mana di atur dalam pasal 24 KUHAP dan Pasal 31 dan 32 PERKAP No.12 Tahun 2009.

“Kami akan tetap mengawal kasus ini dan akan melakukan aksi lanjutan di Kabupaten Bantaeng secara besar-besaran dengan sejumlah pemerhati guru,” tegas Ubaedillah.

Sementara itu Kapolres Bantaeng AKBP. Kurniawan yang dihubungi via Watshapnya mengaku, polisi tidak pernah melakukan penahanan.

“Seharusnya senmua harus rau latar belakang masalah dan harus berangkat dari faktah hukum yang ada,” jelas Kurniawan.

Editor: Zoel

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.