Walikota Tidore Kepulauan bakal rekrut pejabat cerdas dan bukan yang suka cari muka

oleh -504 views

IMG_20160701_141218Tidore– Diawal kepemimpinan baru pemerintahan Capt. H. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen sebagai Walikota dan wakil Walikota Tidore, rovinsi maluku Utara (Malut), tentunya banyak pejabat utamanya dari kalangan tim sukses yang berkeinginan untuk menduduki jabatan sebagai pimpinan dalam lingkup birokrasi pemerintahan utamanya pada tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Rencananya,  pertengahan juli mendatang pemerintah Kota Tidore Kepulauan  bakal  melakukan seleksi terbuka bagi pejabat Eselon II.

Menurut Walikota Capt. H. Ali Ibrahim,ia sangat berkeinginan untuk pemerintahan yang dipimpinnya didukung oleh orang-orang yang berkualitas dalam menopang visidan misi pemerintah kota serya dapam menjadi tiket menuju “Tidore Kepulauan sebagai Kota Jasa berbasis Agromarine”.

“Saya dalam pengrekrutan tak mau ala KKN dan  tidak melihat kerabat dekat, sanak saudara ataupun tim sukses melainkan lebih menitik beratkan pada kualitas kemampuan dari para calon pimpinan SKPD dalam mengikuti seleksi terbuka,” ucap Ali Ibrahim, belum lama ini.

Dengan tegas Walikota Tidore Kepulauan, pejabat yang akan terkrut bukan orang yang bisa carimuka tapi tidak tau kerja, melainkan orang yang punya kemampuan dalam merelaisasikan program yang sudah dicanangkan.

“Pimpinan SKPD harus mampu melakukan loby anggaran di tingkat pemerintah pusat, sehingga kalau mau keluar daerah itu tidak sekedar jalan-jalan hanya untuk berfoya-foya”, harapnya.

Kepada idotimnews.com, di ruang kerjanya.
pria yang  dikenal sebagaipemimpin paling disiplin dalam bekerja itu menjelaskan, jika hasrat terbesar yang ia pendam sebagai PutraTidore sesungguhnya hanya ingin menciptakan perubahan yang signifikan di kalangan pemerintahan KotaTidore Kepulauan, dengan terus bekerja dan bersinergi dengan pemerintah pusat guna melakukan pelayanan terhadap masyarakat.

“Saya melakukan semua ini semata-mata tidak untuk ketenaran, melainkan sebuah pengabdian terhadap masyarakat. Terserah orang mau bicara apa asalkan tuhan tidak bicara soal saya. Karena semua yang saya lakukan suatu saat akan saya pertanggungjawabkan jika saya dipanggil pulang dan hidup di akhirat”. Pungkasnya.

Laporan: Ute dari Tidore kepulauan (Malut)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.