6 Pelaku Kriminal Diamankan Polsek Johar Baru

oleh -576 views

JAKARTA– Unit Reskrim Polsek Johar Baru, Jakarta Pusat, berhasil mengamankan 6 (enam) pelaku yakni inisial R, DS, ABK AP, A dan N dengan kasus penganiayaan, pemerasan dan kejahatan UU ITE yang dilakukan terhadap korban bernama Aldi.

Dalam keterangan pers nya Kapolres Metro jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto.S.I.K, yang didampingi oleh Kompol Supriyadi.S.H, serta Wakapolsek Johar Baru AKP M. Soleh Ahmad P.SH, dan Kanit Reskrim Polsek Johar Baru Iptu M.Rasid.SH, Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Suwatno, memaparkan kronologis awal dimana korban pada jam 05.00 Wib pagi didatangi di kosannya dan dituduh mencuri sebuah motor oleh para pelaku.

Kemudian pelaku dibawa ke jalan rawa tengah dan di intervensi maupun penganiayaan dan pemukulan agar korban mengakui telah mencuri motor, dan akhirnya korbanpun dengan terpaksa mengakuinya. Selanjutnya korban dimintai uang Rp 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) oleh pelaku. Namun karena orang tuanya tidak mampu, maka hanya diberikan uang sebesar Rp. 500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah). Senin 27 Januari 2020.

Kemudian keesokan harinya, keluarga dan korban melaporkan ke polisi tentang penyekapan, penganiayaan dan pemerasan tersebut ke polisi. Kanit Reskrim Polsek Johar Baru Iptu M. Rasyid.SH, dengan cepat langsung menuju lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku berhasil diamankan petugas di TKP, pelaku juga menyebar film, pasal 27 UU ITE, 333,351 dan 368. Diketahui salah satu pelaku ABK memeras korban dengan mengaku – ngaku sebagai anggota polisi.

“Penyekapannya selama 7 jam, dalam penyekapan tersebut, korban dipukul dan dianiaya. bahkan sempat pelaku menyebarkan video penganiayaan tersebut ke medsos.” Terang Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto.S.I.K.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat bila menemukan tindakan kriminal, jangan pernah mengambil tindakan sendiri, akan tetapi silahkan laporkan ke polisi setempat.

Salah seorang pelaku wanita mengaku sempat menyebarkan video tersebut lewat instagram dan menyebar luaskan video tersebut.

“Bilamana menemukan sesuatu hal kriminal dan jangan di adili sendiri, laporkan ke polisi, biar kami yang menindak.” Himbaunya Kapolres.

Dikesempatan yang sama seuai press rilis kasus tersebut, korban, Aldi bersama kedua orang tuanya datang ke polsek setempat, dalam perihal untuk menerima permohonan maaf dari para pelaku yang merasa menyesal tengah menganiaya dan menyekap korban.

Para pelaku mengutarakan penyesalan dan permintaan maaf dihadapan awak media dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang tidak terpuji tersebut, dan korban memaafkan para pelaku. (IS)

loading...
loading...