9 ekor anjing herder disiapkan perayaan “May Day” di Makassar, dikecam aktivis GRD

oleh -231 views

IMG_0549Makasar– Selain menyiapkan aparatnya sebanyak 1.480 dalammenghadapi perayaan May day, hari Buruh, minggu 1 Mei 2016, pihak Polda Sulselpun menyiapkann9 ekor anjing pelacak, guna menghadapi para pengunjuk rasa yang diperkirakan mencapai ribuan orang.

Penyiapan anjing-anjing inipun ditanggapi miris sejumah aktivis di Makassar, khususnya Gerakan Revolusi Demokratik (GRD). Bahakan para aktivis GRD menuding cara-cara penanganan dengan mempersiapkan anjing merupakan cara kaku dan dianggap tidak manusiawi.

Ketua Dewan Redaksi Grakan revolusi Demokratik (GRD), Dany Febrianty Malik, diminatai komentar mengatakan, hal itu membuktikan pihak Polda Sulsel tak lagi mampu membangun komunikasi untuk mencegah terjadinya aksi anarkisme para buruh yang reyakan May Day.

“Kepolisian di daerah ini selama ini tetap memegang slogan sipakatau, sipakainge dan sipekelebbi. Jika anjing-anjing ini diturukan menghalau berbagai bentik aksi , sangatlah melenceng dari sisi kemanusiaan,”Dany

Bahkan aktivis perempuan ini melonas pertanyaan, Apakah hal ini pantas untuk dilakukan mengingat mereka adalah kelas yang mengalami penindasan  oleh kaum borjuis, lalu kemerdekaan mereka untuk menyampaikan aspirasi akan terpenjarakan dengan ketakutan yang dibuat oleh aparat penegak hukum?

“Dimana keberpihakan negara saat ini, Dimana perlindungan bagi kaum buruh dari aparat penegak hukum? Apakah itu bentuk perlindungan dengan melibatkan 9 ekor anjing yang bisa jadi akan melakukan penyerangan terhadap kaum buruh yang sementara melakukan aksi unjuk rasa nantinya,” kecam Dany.

Lanjut Ketua Dewan Redaksi GRD tersebut, sungguh tidak masuk akal seorang Pemimpin Besar Kepolisian yang baru saja dilantik yang punya konsep sinergitas, kemudian memerintahkan bawahannya untuk melakukan pengawalan aksi seperti itu.

“Apalagi ini ditujukan untuk pengawalan aksi Kaum Buruh. Sungguh sangat disayangkan pemikiran yang sempit dan sikap yang terlalu kaku ditunjukkan oleh seorang Kapolda SulSel-Bar. Belum berapa lama menduduki jabatannya, Kapolda SulSel-Bar sudah mengeluarkan kebijakan yang sangat tidak menguntungkan bagi masyarakat utamanya kaum buruh,” papar mahasiswa UINaM tersebut.

Malah, GRD mengingatkan dan mengajak Kapolda Sulselbar, bahwa semestinya  sama-sama memperjuangkan nasib kaum buruh untuk mencapai kesejahteraan mereka mengingat jasa-jasa mereka yang memajkan perekonomian bangsa. (*)

Editor: Zulkifli

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.