Akhirnya Brankas Peninggalan Belanda di Bobol di Museum Kota Makassar

oleh -610 views

Mesium Balaikota Makassar Peninggala Belanda AG

Makassar, — Brankas peninggalan jaman Belanda yang tersimpan di Museum kota Makassar, Jl. Balaikota, akhirnya di buka, Rabu, 27 November 2014.

Brankas ini telah lama menjadi misteri, karena tidak satupun orang mengetahui apa isinya. Pintu brankas yang berukuran 1×2 meter ini, melekat pada dinding museum, ruang di dalam brangkas ini berukuran panjang 5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 3 meter, berdinding beton.

Gedung ini berdiri sejak tahun 1906 dan pada tahun 1918 gedung ini pernah menjadi kantor Walikota Makassar pertama yakni seorang belanda bernama J.E.Dambrink.

Bagian atas brankas ini di bobol sebesar 20 x 20 cm, menggunakan palu beton. Pihak museum tidak membuka seluruh dinding brankas untuk menjaga kelestariannya. Jika dilihat dari lubang yang terbuka, terdapat sebuah brankas setinggi 1 meter didalamnya, beberapa piala, lemari kaca dan arsip.

Didalam brankas itu juga tampak sebuah lampu neon di dindingnya dan kabel listrik yang masih tergantung.

Pengelola Museum Kota Makassar, Nurharlah Dahlan, mengatakan, selama ini pihak museum tidak dapat membuka pintu brankas lantaran tidak memiliki kuncinya. “Sudah 14 tahun saya bekerja disini tapi tidak pernah terbuka ini brankas, kuncinya juga sampai saat ini kami belum tahu ada dimana,” katanya.

Brankas ini di buka dengan alasan untuk menyempurnakan tahap pemugaran dan penataan museum. “Gedung museum sedang dalam pemugaran dan penataan, makanya brankas ini dibuka untuk melestarikan budaya dan sejarah yang ada didalamnya,” ungkap Nurharlah.

Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal, hadir dalam prosesi pembukaan brankas tersebut, berharap, arsip yang ada didalam brankas dapat bermamfaat, terkhusus memberikan informasi tentang sejarah kota makassar masa lalu.

“Kita berharap apa yang kita temukan didalamnya dapat bermamfaat, jika berupa arsip tentunya bisa menjelaskan kondisi kejayaan kota Makassar masa lalu,” kata Deng Ical sapaan akrabnya.
Dia menambahkan, brankas akan dibuka sepenuhnya, setelah melakukan konsultasi dengan dewan pakar sejarah. Hadir dalam kesempatan tersebut, Dosen Sejarah Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Andi Rasyid Asba, Sejarawan, DR. Edward L Poelinggomang dan Camat Ujung Pandang Juliani Jafar.(AG/RG)

 

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.