Ada 5 titik peredaran narkoba di Sulsel

oleh -356 views

Dir-narkoba-polda-sulsel_editMakassar-– Direktur Narkoba Polda Sulsel Kombes Azis Djamaluddin mengungkapkan Sudah mendeteksi jalur bandar Narkoba yang berhasil kabur saat penggerebekan di kampung Narkoba Saperia beberapa waktu yang lalu.

Namun pihaknya masih belum bisa menyadarkan ke anggotanya tanpa dikendalikan sendiri , ” belum bisa di lempar tanpa saya kendalikan sendiri pasalnya saya akan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri pengarahan Kapolri bersama Kabareskrim , ” Ungkap Kombes Azis Djamaluddin.

Keberadaan jalur bandar narkoba yang ada dibeberapa daerah sudah dideteksi yang sudah masuk dalam daftar Target Operasi ( TO), sesuai dengan laporan anggota tim yang telah terbentuk namun tidak semudah itu bisa disentuh langsung pasalnya akan dilakukan penyelidikan untuk pembuktian atas laporan tersebut.

” Jaringannya sudah kita deteksi, namun kita akan lakukan penyelidikan dulu untuk pembuktian sebelum kita melakukan penangkapan , ” Ungkap Dir Narkoba Polda Sulsel Kombes Azis Djamaluddin di selah acara Tatap Muka Kapolda Sulsel dengan Media di Rumah Makan Pualam jalan Muchtar Lutfi Makassar, Sabtu ( 19/5/2015) Siang.

Terkait dengan barang bukti hasil penangkapan di kampung saperia berupa Brangkas yang diamankan, Azis Djamaluddin menambahkan bahwa pihaknya saat ini belum membuka karena dikhawatirkan saat kita tengkap pelaku yang juga adalah bandar ( HR) dia bisa berdalih bahwa barang tersebut bukan miliknya yang saat penangkapan di kampung Narkoba Saperia ( HR) berhasil kabur dari penyergapan.

Brangkas itu sendiri akan dibuka pada saat pelaku sudah diamankan, agar jelas berapa banyak barangnya dan berapa jumlah uang yang mungkin ada di dalam Brangkas tersebut.

” Dugaaannya isi Brangkas tersebut adalah narkoba karna dia ( HR) bandar ‎besar ,tentunya dengan pembuktian bagaimana besarnya peredaran narkoba di kampung Saperia, ” cetus Azis Djamaluddin.

Diketahui peredaran narkoba di kampung Saperia adalah peredaran narkoba yang besar, karena berdasar dari catatan yang ditemukan dari tempat tersebut diketahui dari sanalah di salurkan kebeberapa tempat lain dalam jumlah yang besar dan termasuk dalam ruang lingkup daerah itu sendiri.

Untuk lokasi peredaran narkoba yang besar ada 5 titik, satu diantaranya sudah tersentuh.namun bukan hanya di makassar saja, peredaran narkoba yang besar ada di beberapa kabupaten lain yang juga sudah masuk dalam daftar target Operasi Polda Sulselbal dan akan di sentuh secara bertahap.

Terkait dengan tahanan titipan BNNP yang kabur dari tempat Rehabilitasi Pakatto , Kombes Azis Djamaluddin mengungkapkan bahwa kejadian tersebut bukan kewenangan Polri, tetapi sepenuhnya tanggungjawab BNNP karna pihaknya yang menyerahkan ke sana , terkait bagaimana pelaksananya dan pengawasannya ada di tangan BNNP , Karena Polda Sulselbar tidak bisa memproses pidana sebagai bandar ataupun pengedar saat penangkapan di Saperia dan hasil pemeriksaan di M‎apolda Sulselbar karena barang buktinya minim makanya di serahkan ke BNNP untuk di rehap dan dilakukan esemen.

” Itu sepenuhnya tanggungjawab BNNP, karna. Pihaknya yang menyerahkan ke tempat Rehabilitasi di Pakkatto, ” Tutupnya. Diberitakan sebelumnya, 6 orang dari 15 tahanan rehabilitasi BNNP yang dititip di Pakatto kabupaten Gowa berhasil melarikan diri.
(tejo)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.