Ada Ancaman Mogok Kerja di Pegadaian Makassar

oleh -344 views

pegadian2Indotimnews.com– Beritakota Online-Sekitar Ratusan Karyawan Pengadaian Wilayah Makassar melaksanakan Rapat Akbar Serikat Pekerja Pengadian yang dibawah naungan DPD Serikat Pekerja Pengadian Makassar, Sabtu ( 7/02) di Kantor Wilayah Pengadian Makassar, Jalan Kumala Makassar.

Sejumlah tuntutan yang disampaikan kepada sejumlah Anggota Serikat Pekerja Pengadaian Makassar ini, diantaranya menyamakan presepsi dalam serikat Pekerja Pengadian, dengan melihat adanya perselisihan tuntutan dari manajemen, hal ini dikatakan Ketua DPD Serikat Pekerja Pengadaian Makassar, Muh Arief Yusuf pada Rapat Akbar Serikat Pekerja Pegadaian di Makassar, Sabtu (07/02).

Menurut Arief Yusuf diantara tuntutan itu pembayaran sisa Jasa Produksi tahun 2013 hanya 85 persen, menuntut supaya intensif propesional segera direalisasikan, uang pakaian dinas/kerja dibayarkan seperti ditahun sebelumnya, ucapnya.

” Kami sangat kecewa dengan tidak adanya kesetaraan terkait dengan kesejahteraan para Karyawan dengan para pimpinan diantaranya para jajaran Direksi dan Dewan Komisaris, dimana Direksi dibayar sampai 145 persen, dan Dewan Komisaris 195 persen, ” tegas Arief didepan Anggota Serikat Pekerja Pegadian diikuti dengan yel-yel.

Sementara itu dari Pimpinan Pegadaian Makassar, Ade Yayat sebagai Deputy Makassar I mengakui setuju dengan sejumlah tuntutan para Anggota Serikat Pekerja Pegadian Makassar yang dilakukan hari ini, Sabtu (07/02). Hal ini wajar dilakukan sebagai karyawan namun perlu diketahui untuk pencapaian target omzet Pegadaian secara Nasional tidak tercapai untuk tahun 2014 hanya sampai 85 persen tercapai, katanya.

Menurut Ade untuk realisasi Perusahaan dari Tahun 2013 sampai 2014 sangat berat untuk terjadi pencapaian target, dan terjadi penurunan sampai 84 persen, dan kemungkinan para direksi dan dewan komisaris menilai bahwa kinerja para karyawan terjadi penurunan dengan dibuktikan dengan berkurangnya omzet ditahun 2014 sebelumnya, ujarnya.

Ade juga menambahkan bahwa diakui pula semua ini memang tidak sesuai dengan Perjanjian Kesepakatan Bersama (PKB) dengan Manajemen dan karyawan, bahkan kami dari pimpinan diwilayah maupun kantor cabang Makassar kena juga imbasnya dan sangat setuju dengan tuntutan para karyawan pegadaian ini, cetusnya.

Sementara itu PKB sendiri ditandatangani oleh Dirut PT Pegadaian (Persero) dan Direktur SDM & Umum yang mewakili manajeman dan karyawan yang diwakili oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Serikat Pekerja, akan berakhir pada 30 November 2015 dengan landasan hukum pasal 4 UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan pasal 3 dan 11 UU No.10 Tahun 2003 tentang BUMN, papar Ade.

Dan Sekertaris DPD Serikat Pekerja Pegadian Makassar, Wawan Triadi juga mengakui bahwa sejumlah tuntutan yang dilontarkan Ketua DPD Makassar memang betul dan hal ini jika manajemen perusahaan tidak menindak lanjuti akan kita lanjutkan ke Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (LPPHI), dan perlu diketahui adapun rapat akbar ini yang pertama lakukan dari DPD serikat Pekerja Pegadian Makassar menyusul dari DPD Serikat Pekerja Pegadaian Manado Sulut.

Dan pantuan dari perkembangan kegiatan karyawan Pegadaian , Senin ( 09/02) sejumlah kantor Cabang-cabang dan otlet pegadaian disejumlah wilayah di Makassar tetap melakukan kegiatan seperti biasanya melayani konsumen dan para masyarakat yang membutuhkan jasa dari pegadian ini.

Dan menurut salahsatu karyawan yang tidak mau dimediakan namanya mengatakan dari sejumlah pimpinan dikantor wilayah dan Cabang Makassar memang menyetujui adanya tuntutan dari Anggota Serikat Pekerja Pegadaian namun tidak mau membubuhi tanda tangan diatas baliho yang terpajang saat Rapat Akbar diadakan di kantor Wilayah Pegadaian Makassar.

” Kami sangat dizalimi oleh manajemen pegadian, maka ini segera direalisasikan tuntutan kami, dan akan ancam mogok kerja bila tidak dipenuhi, ” tegas Karyawan yang tidak mau dimediakan namanya. (ahmad/Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.