Agindo: Penanganan Demonstrasi Bergeser Dari Nilai dan Roh Reformasi

oleh -158 views

IMG_20150314_021600Indotimnews.com– Lemabaga Pengawasan Publik Amanah Garuda Indonesia ( AGINDO ) menganggap Paradigma penanganan demonstran di Kota Makassar sangat bergeser dari nilai dan roh Reformasi.

“Lahirnya UUD No.9 Tahun 1998 sebagai legitimasi Rakyat untuk bebas mengekspresikan Pendapat di muka umum , ini juga cerminan dan roh kebebasan seluruh rakyat indonesia untuk turut serta di dalam melakukan pengawasan kepada pemrintah dan seluruh institusi,” ucap Adhi Bintang ketua Dewan Pimpinan Pusat lembaga Pengawasan Publik Agindo.

Lanjutnya, hal itu berkenaan langsung dengan fungsi dan tanggung jawabnya untuk mensejahtrakan Rakyat Indonesia , Perjuangan yang dilakukan oleh sejumlah kaum intelektual yang hari ini masih sangat getol dan konsisten di dalam garis perlawanan atas kekuasaan yang menindas.

“Tentunya menjadi semangat Rakyat indonesia , era reformasi tentunya membuka peluang kepada seluruh rakyat indonesia untuk bebas melakukan pengawasan kepada pemerintah, mengekspresikan pendapat di muka umum , dan tentunya bebas dalam menuntut ” Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia,” kata Sdhi

Menurutnya, implementasi Sila ke lima dalam panca sila, masih sangat jauh dari apa yang menjadi cita2 para pendiri bangsa ini , kesenjangan sosial, Supremasi hukum yang tebang pilih , serta partisi publik dalam setiap konsep dan kebijakan pemerintah hampir2 tidak pernah terjadi di negeri ini.

“Pertaruangan Elit politik menjadikan negeri ini layaknya panggung sandiwara dimana pemerannya sangat jelas dimata kita , Akankah kita menjadi penonton dalam sandiwara yang di desain oleh oknum elit politik yang hanya menginginkan kekuasaan serta menunjukkan peran – peran strategis mereka dalam mengobok2 bangsa ini,” cetus aktivis ini.

Dijelaskan, apa yang di lakukan oleh beberapa Aktivis Makassar yang masih konsisten dalam garis perjuangan untuk kesejahtraan rakayat tentunya menjadi suatu spirit tersendiri bagi Rakyat indonesia.

“Apa yang dilakukan oleh aktivis penggiat anti korupsi serta berbagai lembaga yang konsen terhadap pengawalan kebijakan pemerintah tentunya menjadi harapan seluruh rakyat indonesia akan terciptanya kesejahtraan , keadilan social dan Keadilan hukum bagi seluruh Rakyat Indonesia,” tegas Adhi Bintang.

Oleh sebab itu ucap Adhi, pemerintah dan seluruh institusi jangan menjadikan aktivis penggiat Korupsi serta rekan-rekan mahasiswa yang getol memperjuangkan rakyat sebagai benalu dinegeri ini.

“Mereka adalah para pejuang bangsa serta pejuang kesejahtraan Rakyat. Kamipun Berpendapat Bahwasanya kehadiran mereka sebagai Pengimplementasian terhadap Roh Panca Sila , yang akan mempersatukan Rakyat indonesia dan mengantarkan Rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan serta membawa Rakyat indonesia merasakan keadilan social bagi seluruh Rakyat Indonesia,” pungkasnya. (#)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.