Home / Indotimnews / Agus Rahardjo: KPK jalin kerja sama dengan FBI sudah berlangsung lama

Agus Rahardjo: KPK jalin kerja sama dengan FBI sudah berlangsung lama

Indotimnews– Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengungkapkan bahwa KPK telah menjalin kerjasama dengan FBI sejak beberapa tahun silam terkait sejumlah kasus besar yang melibatkan kejahatan luar biasa lintas negara.

Terjalinnya hubungan kerja sama internasional antara lembaga antirasuah itu dengan FBI terkait dengan kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di Indonesia khususnya kasus KTP Elektronik yang telah memasuki babak baru pasca digugurkannya penetapan status tersangka Ketua DPR RI Setya Novanto pada putusan praperadilan.

“Kita kerjasamanya udah lama. Kemudian dari sana ada temuan temuan yang mengarahnya ke Indonesia. Jadi kita akan segera mengajukannya menjadi tripartit ya. Mudah mudahan dengan menjadi tripartit itu kalau kemudian nanti ada hal hal yang didapatkan dari FBI, apakah itu uang atau barang semoga bisa diserahkan ke Indonesia,” kata Agus kepada wartawan, di kantornya, Jumat (6/10).

Namun disayangkan Agus Rahardjo enggan membuka informasi mengenai temuan baru yang didapat pihaknya dari hasil kerjasamanya dengan pihak FBI yang menyangkut nama Johannes Marliem, saksi kunci dalam kasus dugaan korulsi proyek pengadaan KTP Elektronik.

“Itu gak usah dibuka disini. Mudah mudahan menjadi bukti baru didalam kita memproses selanjutnya,” tutup dia.

Sebelumnya dikabarkan bahwa KPK akan mendalami sejumlah bukti temuan yang didapatkan dari FBI untuk penyelidikan lebih lanjut terkait dengan kasus korupsi KTP elektronik.

Atas temuan-temuan tersebut, disinyalir ada tuntutan hukum dengan sejumlah kekayaan yang berasal dari kejahatan lintas negara.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan FBI.

“Apa yang terungkap tersebut tentu kami akan dalami lebih lanjut, kami akan kembali berkoordinasi dengan FBI terkait dengan bukti-bukti yang sudah didapatkan di sana,” terang Febri.

“Karena di sana ada tuntutan hukum terkait dengan sejumlah kekayaan yang diduga berasal dari kejahatan atau yang diduga ada kejahatan lintas negara di sana tentu kami akan koordinasi lebih lanjut,” imbuh Febri. (Jok/swamedium.com)

loading...