AJI Minta Pemkot Hapuskan Tradisi Amplop Bagi Wartawan

oleh -501 views

IMG_20140822_142141-1Makassar– Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengungkapkan komitmen untuk memperkuat dua variabel profesi dalam mencerdaskan warga kota Makassar. Kedua komponen atau profesi dimaksud yakni guru dan wartawan atau media. Penguatan kedua hal tersebut akan berdampak langsung pada visi kota Makassar sebagai smart city. Ini diungkapkan Danny Pomanto saat menerima audiensi unsur pimpinan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI), kemarin (20/8)di ruang kerja Balaikota.Unsur pimpinan AJI diantaranya Gunawan Mashar selaku ketua AJI Makassar, Ridwan Marzuki selaku ketua divisi Hukum AJI. “Selaku mitra pemerintah, wartawan atau media menjadi unsur penting bagi pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan dan segala yang terkait pemerintahan kepada seluruh warga dalam upaya menciptakan masyarakat yang cerdas, ” kata Danny Sementara itu Ketua AJI, Gunawan Mahsar menyampaikan harapan agar Danny dapat menghadiri peringatan Hari Jadi AJI ke-20 yang jatuh pada tanggal 30 Agustus nanti di Hotel Aerotel Smile Makassar. “Peringatan tahun ini kita tandai dengan mengangkat Tema Penghapusan Anggaran Pemerintah bagi Wartawan. Hal ini penting diangkat sebagai dorongan untuk menciptakan kinerja wartawan menjadi lebih profesional.Kita juga mengharapkan komitmen Walikota untuk mendukung inisiasi kami tersebut, ” kata Gunawan. Danny sendiri menyatakan dukungan atas komitmen tersebut, meskipun menurutnya pemerintah juga berkewajiban untuk menempatkan profesi wartawan pada posisi terbaik sebagai mitra kerja pemerintah dalam memberikan wawasan kecerdasan pada masyarakat. “Kita juga berkewajiban untuk menempatkan media dan wartawannya pada posisi terbaik agar perspekstif yang disajikan oleh media dan wartawan juga bisa luas terbuka sehingga masyarakat sebagai pembaca juga dapat tercerdaskan, “tutur Danny Aliansi Jurnalistik merupakan organisasi profesi pewarta atau jurnalis yang umumnya berangg otakan wartawan-wartawan muda dengan jiwa idealis. Beberapa anggota AJI diberbagai daerah getol mengkampanyekan penghapusan tradisi pemberian Amplop dari narasumber kepada wartawan dalam menjalankan rugas jurnalistiknya. “Jurnalis itu hanya butuh data dan berita, jangan sampai kerja jurnalistik dianggap hanya untuk mencari Amplop, padahal kita ingin bekerja secara profesional sebagai penyampai informasi, ” ujar Ridwan Marzuki alias Ridho (ish)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.