Home / Indotimnews / Aksi Solidaritas, APMAL Tuntut Pemkab tak Lupakan Sejarah Pinisi”

Aksi Solidaritas, APMAL Tuntut Pemkab tak Lupakan Sejarah Pinisi”

BULUKUMBA– Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Ara-Lembanna (APMAL) lakukan Aksi Solidaritas di depan kantor Bupati kabupaten Bulukumba dengan salah satu tuntutan yaitu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) jangan lupa sejarah Pinisi, Senin (16/04/2018)

Salah seorang Pemuda Karang Taruna Desa ara Akram Setiadi menjelaskan Dalam aksara lontara lama yg pernah dibukukan oleh 3 wilayah bahwa Desa Ara, bira, lemo lemo tidak dapat di pisahkan dari sejarah pinisi.

“Dalam aksara lontara lama yg pernah dibukukan oleh 3 wilayah bahwa Desa Ara, bira, lemo lemo tidak dapat di pisahkan dari sejarah pinisi,” jelasnya.

Salah satu Budayawan Arief Saenong mengutarakan kekecewaannya bahwa tidak di akuinya Desa Ara dalam Pinisi merupakan penistaan, memarginalkan panrita lopi Ara, bahkan pengingkaran daripada riwayat perjalanan Pinisi.

“Dengan tidak di akuinya Desa Ara dalam sejarah Pinisi merupakan penistaan, memarginalkan panrita lopi Ara, bahkan pengingkaran daripada riwayat perjalanan Pinisi itu sendiri,” papar Penulis Buku Budaya Ara tersebut.

Jenderal Lapangan Renaldi mengatakan Seorang pelaku sejarah akan dipertanyakan dikemudian hari karena tidak adanya bukti.

“Seorang pelaku sejarah akan dipertanyakan dikemudian hari disebabkan tidak adanya bukti berupa foto bahwa masyarakat desa ara adalah bagian dari sejarah, ditambah dengan tidak adanya data dari dua Kementrian RI, pun dengan isi data yang ada di UNESCO,” ujar renaldi

Lebih lanjut Renal menuntut agar Pemkab serta Dinas Pariwisata dan Budaya harus melakukan peninjauan kembali melalui Kemenlu dan Kemendikbud Republik Indonesia untuk di ajukan ke UNESCO atas kesalahan riset yang terjadi dengan tidak masuknya nama Desa Ara sebagai salah satu pembuat dan tempat pembuatan Perahu Pinisi. (*)

loading...