Home / Indotimnews / Aksi unjuk rasa Relawan Yunus Matuan tolak sengketa Panwas Nomor : 001/KS/33.06/XII/2017 tertanggal 15 Desember 2017

Aksi unjuk rasa Relawan Yunus Matuan tolak sengketa Panwas Nomor : 001/KS/33.06/XII/2017 tertanggal 15 Desember 2017

JAYAWIJAYA– Sekitar 30 massa memggelar aksi unjuk rasa terkait putusan sengketa panwas Kabupaten Jayawijaya, Papua, Jumat (5/1/18).

Aksi ini digelar di Kantor Sekretariat Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Jayawijaya Jl. SD Percobaan Distrik Wamena yang dilakukan oleh Tim Relawan Yunus Matuan dan Mesak Wakerkwa dan dipimpin oleh Tinus Owagai (Korlap) dalam rangka menolak keputusan sengketa Panwas Jayawijaya Nomor : 001/KS/33.06/XII/2017 tertanggal 15 Desember 2017 yang telah merugikan paslon Independent Yunus Matuan dan Mesak Wakerkwa

Selain berorasi secara bergantian meneriakkan tuntutan pengunjuk rasapun me,bentangkan pamplet. Diantaranya “Bawaslu Republik Indonesia Bawaslu Prov Papua Segera Tinjau Kembali Keputusan Sengketa Panwas Kab. Jayawijaya Nomor: 001/KS/33.06/XII/2017 tgl 15 Desember 2017”, “Demokrasi di Jayawijaya dilaksanakan dengan jujur dan adil”, “Pilkada Jayawijaya tidak ada intervensi oleh siapapun”, “Panwas Kab Jayawijaya perlu kerja secara sistematis dan masif” dan “Panwas dan kpu harus independen”

Tinus dalam orasinya me jelaska , setelah KPU Jayawijaya menolak berkas calon perseorangan Bakal Calon Bupati Jayawijaya Yunus Matuan dan bakal Calon Wakil Bupati Mesak Wakerkwa dngan alasan dari pihak KPU Jayawijaya, bahwa tim relawan bersama Balon Bupati/Wakil Bupati terlambat 7 menit menyerahkan berkas persyaratan dari waktu pendaftaran yang telah ditentukan sementara Jam nya.

“Kami tim relawan masih kurang 5 menit dari waktu pendaftaran yang telah ditentukan. Perbedaan jam ini dapat terjadi sbgai akibat dari blum adanya kesepakatan bersama antara pihak KPU Jayawijaya dan tim relawan YUMES menyangkut waktu atau 2 jam yang akan digunakan,” teriaknya.

“Menurut hemat kami ini harus menjadi tanggung jawab KPU Jayawijaya utk memberi keterangan kepada tim dngan dihadiri oleh saksi-saksi dari masing-masing pihak utk menyepakati masalah waktu atau jam pendaftaran ini dapat terjadi karena kelalaian KPU Jayawijaya, dalam kasus ini kami merasa bahwa kami dirugikan oleh KPU Jayawijaya,” tegas korlap aksi ini.

Demi untuk mencari kebenaran dan keadilan hukum, pengunjuk rasa mempersoalkan ke Panwas Kab. Jayawijaya. Panwas Kab. Jayawijaya telah memutuskan dengan menolak sengketa kami dan memenangkan KPU Jayawijaya

Ini Pernyataan Sikapnya:

a) Menolak dengan tegas Keputusan Sengketa Panwas Kab. Jayawijaya Nomor: 001/KS/33.06/XII/2017 tgl 15 Desember 2017 yg telah merugikan kami sebab tdk memiliki argumentasi yg kuat

b) Meminta Bawaslu RI dan Bawaslu Prov Papua segera dlm waktu dekat ini sebelum pendaftaran calon perseorang dilakukan agar segera meninjau kembli Keputusan Sengketa Kab. Jayawijaya Nomor: 001/KS/33.06/XII/2017 tgl 15 Desember 2017.

c) Demi keadilan dan kebenaran hukum maka kami segenap lapisan masyarakat pendukung Yumes meminta kepada Bawaslu Republik dan Bawaslu Provinsi Papua agar sesegera mungkin mengambil tindakan dan keputusan tanpa diintervensi oleh pihak2 tertentu sebelum proses pendaftaran bakal calon perseorangan dilakukan sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh KPU secara nasional agar proses penyelenggaraan Pilkada di Kab. Jayawijaya dapat berjalan sesuai dengan Jadwal Nasional yang telah ditentukan dalam keadaan damai, aman dan tertib

d) Sebagai Warga Negara yang mempunyaihak yang dijamin oleh Pancasila dan UUD 1945 kami tetap akan berdiri disini hingga keadilan dan kebenaran hukum ditegakkan di Kab. Jayawijayatercinta ini

e) Demokrasi di Jayawijaya harus dilaksanakan dengan jujur dan adil. Demokrasi jangan dikendalikan dan atau ditutupi oleh pihak-pihak tertentu secara sistematis dan masif. Harus dibuka dan terbuka untuk umum demi tumbuh kembangnya demokrasi yang baik di kabupaten Jayawijaya agar tidak terjadi Konflik yang berkepanjangan dikemudian hari

Pengunjukrasa yang diterima Fredi Wamo, Ketua Panwas Jayawijaya) menjelaskan, untuk saat ini belum bisa menghadirkan Ketua Bawaslu RI dan apa yg menjadi tuntutan dari rekan rekan akan segera kami sampaiakan ke pimpinannya.

“Terkait dengan sengketa yg ada pihak Kami telah dilakukan musyawarah untuk mencapai kesepakatan antara pihak KPU dan Bawaslu,” terang Fredi.

Dikatakan, ang berhak melakukan Tahapan Penyelenggara Pemilu itu mulai dari pendaftaran sampai dengan memverifikasi para calon itu adalah KPU, Kami hanya sebagai Pengawas dan hanya menerima apa yang dilakukan KPU

“Kami Lembaga Pengawas, Keputusan yang kami keluarkan itu ada banding ditingkat Pengadilan untuk ditindaklanjuti. Sengketa Tim Yunus bukan keputusan dari pihak Panwas Jayawijaya, akan tetapi ini ranahnya KPU bukan Panwas,” ucapnya.

Laporan: Own

loading...