Home / HUKRIM / Aksi Unjuk Rasa Soal DPO Jentang, HMI Korkom Unisbo Robohkan Gerbang Kejati Sulsel

Aksi Unjuk Rasa Soal DPO Jentang, HMI Korkom Unisbo Robohkan Gerbang Kejati Sulsel

MAKASSAR– Aksi unjuk rasa di depan pintu masuk kantor Kejati Sulsel di Jl. Urip Sumoharjo Kota makassar dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Bosowa yang di pimpin oleh Wirawan Kusuma Umar (Jendlap aksi), menyikapi “Kasus DPO Jen Tang”, Jumat (9/11).

Dari pantauan awak media para mahasiswa tampak melakukan orasi secara bergantian menggunakan megafone, mengibarkan bendera Kelembagaan HMI, membawah boneka pocong serta menahan kendaraan Kontainer dan membakar ban bekas sebagai simbol kritikan – kritikan kepada pihak Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Mahasiswa juga menuntut kepada Kejaksaan tinggi yakni, Mendesak kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan agar kiranya turun dari Jabatannya .

“Karena tidak mampu menepati janjinya dan gagal dalan menyelesaikan kasus hukum atau tebang pilih dalan menindak kasus hukum yang ada di Sulawesi Selatan terkhususnya Makassar dalam hal ini khusus Soedirjo Alimin (Jen Tang) dan Eddy Alimin (Putra Jen Tang), Meminta kepada pihak kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan agar kiranya menyebar informasi penetapan DPO Jen Tang di Muka Umum baik di Media Cetak, Media Online maupun Pamflet kertas yg disebar di pinggiran jalan kota agar Info DPO Jen Tang tersebar ke masyarakat secara umum hari ini,” papar Wirawan.

Ia juga meminta kepada kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan agar kiranya membuka Posko pengaduan masyarakat hari ini terkhusus DPO Jen Tang serta Meminta kepada kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan agar kiranya serius dalan menangani kasus DPO Jen Tang dan segera menangkap dan mengadili Jen Tang.

Sekira pukul 15.34 wita, para Mahasiswa memaksakan diri untuk masuk ke halaman kejati dengan cara merusak pintu masuk, tetapi di halau oleh pihak aparat.

Namun para Mahasiswa tetap memaksakan diri untuk masuk dengan cara merobohkan pintu gerbang sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak kejaksaan tinggi Sulsel.

Saat dikonfirmasi Jendral lapangan aksi Wirawan Kusuma Umar mengatakan, iitu adalah aksi lanjutan dari minggu yang lalu, yang dimana kedatangan teman-teman Korkom HMI UNIBOS di Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk kembali mempertanyakan kinerja Kejaksaan Tinggi dalam hal ini kepala kejati Sulsel dalam menangkap dan mengadili Jen Tang.

“Setibanya teman-teman di kejati Sulsel, teman-teman dilarang untuk masuk ke dalam kantor Kejati, teman-teman meminta kepada security untuk dibuka tapi kata security “saya diperintahkan untuk tidak membuka gerbang” nah disitulah teman-teman mencoba membuka paksa gerbang Kejati,” ungkapnya.

Lanjut, Setelah terbuka, pegawai di Kejati bahkan mengajak kepada massa aksi untuk adu jotos.

“Teman-teman saya koordinir agar kiranya tidak terprovokasi. Bahkan ada salah satu dari pegawai kejati yang berpakaian baju warna hijau memegang besi Panjang dan ada pula yang berbaju kaos berkerah warna putih corak biru memegang benda tumpul dan mengajak massa aksi untuk adu jotos,” terangnya.

Dikatakan, ia berpendapat bahwa pihak pegawai Kejati mencoba melindungi kasus ini dengan cara membuat permasalahan baru sewaktu teman-teman hadir di Kejati.

“Dan posko pengaduan masyarakat yang dijanjikan akan dibuka itu kemudian belum di realisasikan oleh Kejati. Sehingga kami menganggap bahwa betul Kejati tidak serius menuntaskan kasus yang menyeret Jen Tang,” ucapnya.

Mahasiswa juga membakar pocong sebagai simbol bahwa telah matinya kepala Kejaksaan tinggi Sulsel karena tidak mampu berbuat untuk penegakan hukum di sulsel terkhusus kasus yang menyeret jentang sehingga teman-teman menyuarakan “COPOT KEPALAS KEJAKSAAN TINGGI SULSEL”

Hingga aksi selesai, para Mahasiswa membubarkan diri dan berjalan kondusif. Selama aksi berlangsung mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat gabungan. (Wisnu)

loading...