Home / HUKRIM / Aktivis 90 an, Mansyur: Pernyataan Kapolda Soal Radikalisme di Sulsel Jangan Disalah Tafsirkan

Aktivis 90 an, Mansyur: Pernyataan Kapolda Soal Radikalisme di Sulsel Jangan Disalah Tafsirkan

MAKASSAR– Terkait dengan statemen Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Hamidin soal pencegahan radikalisme dan terorisme mendapat respon berbagai pihak.

Bahkan banyak pula yang menilai apa yang dipaparkan mantan Kapolres Gowa ini, merupakan bentuk mengingatkan semua lapisan masyarakat, akan bahaya radikalisme dan terorisme yang setiap saat mengancam republik ini.

Mansyur Azis, aktivis era 90 an ini yang juga Direktur JOIN Sulsel menilai, paparan kapolda Sulsel tersebut jangan salah ditafsirkan dan perlu diamini dengan bentuk   kearifan-kearifan budaya lokal yang menjunjung tinggi toleransi dan harmoni.

” Kita berharap semua kalangan untuk tidak salah kaprah dengan papran Bapak Kapolda Suksel dalam menangkal gerakan radikal  dibutuhkan pendekatan budaya dengan rumusan dan strategi yang kekinian, apalagi dengan pendekatan budaya di Sulsel Sipakatau, Sipakainge dan Sipakalebbi,” ujar Direktur Jaringan Oposisi Indonesia (JOIN) Sulsel ini, Rabu (30/1/19).

Dikatakan, pernyataan Kapolda Sulsel merupakan hal yang normatif dan sesuatu yang wajar untuk mengingatkan warga Sulsel akan bahaya faham radikalisme, khususnya di kalangan mahasiswa.

Mansyur yang akrab disapa Ancu JOIN ini menambahkan,  kampus sebagai living community harus dihidupkan lagi. Karena tentram dan damai adalah kewajiban dan tanggungjawab bersama.

“Dengan memberi kegiatan yang lebih pada pelajar serta mahasiswa, aktivitas agama, sosial, tak akan ada ruang untuk intimidasi dan lainnya. Jadi radikalisme dan kelompok yang membawanya tak bisa bertemu,” tambah Aktivis ini.

Ia juga yakin Kapolda Sulsel dalam program penangkalan faham radikalisme akan sejalan dengan budaya yang dianut warga Sulsel Sipakatau, Sipakainge Na Sipakalebbi (Saling memanusiakan, Saing mengingatkan dan saling menghargai satu sama lain).

loading...