Aktivis Bantaeng minta ungkap terduga koruptor lainnya di proyekpengembangan partisipasi masyrakat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik

oleh -268 views
Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Bantaeng– Dugaan korupsi dana kegiatan “pengembangan partisipasi masyrakat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik” yang di anggarkan pada kantor Bappeda Kabupaten Bantaeng dari APBD T.A 2011, kini tengah menjadi sorotan publik.

Menurut Aktivis penggiat anti korupsi Bantaeng, Yudha Jaya, yang juga salahsatu orator di Gerakan Aktivis Makassar (GAM), dalam rilisnya yang diterima indotimnews.com, Sabtu(28/5), kegiatan itu menunjuk participatory local social deveploment (PLSD) sebagai pelaksanan kegiatan tersebut, dengan Anggaran kegiatan sebesar Rp.250 juta berdasarkan dokumen pelaksanaan perubahan anggaran (DPPA) T.A 2011 yang di bahas pada pembahasan Anggaran di DPRD Kab. Bantaeng Tahun 2011.

“Dugaan kasus korupsi ini sampai saat ini belum terungkap sepenuhnya oleh aparat hukum  secara keseluruhan oknum-oknum yang terlibat. Beberapa minggu yang lalu salah satu tersangka Sangkala irwan sudah di tahan di Rutan kelas II Bantaeng yang di eksekusi oleh Kejaksaan negeri bantaeng berdasarkan Putusan Mahkama Agung-RI.

Lanjut Yudh, dalam beberapa nama terduga lainnya belum dieksekusi di antaranya adalah salah satu anggota DPRD.Bantaeng serta oknum  bendahara pengeluaran Bappeda Bantaeng. Badan Pengawsan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sulsel menemukan kerugian negara sebesar Rp.129.200.000 saat melakukan Audit keuangan pada tahun 2013. dari total dana Rp.250.000.000.

“Kami menduga adanya “perselingkuhan Hukum dan politik” di Bantaeng yang berbuntut indikasi tidak mampunya penegak hukum di daerah ini  menyeret oknum anggota wakil rakyat dan oknum-oknum lainnya yang ikut terlibat dalam kerugian negara ini,” paparnya.

Ia kembali menegaskan,  satu tersangka sudah dieksekusi kejaksaan, terus kenapa yang lain masih menghirup udara segar di bantaeng, ada yang ganjil.

“Kasus ini sudah lama bergulir dan berkasnya mondar-mandir dari polres ke kejaksaan bantaeng sejak tahun 2013 lalu, namun belum tuntas secara keseluruhan, kami mensupport pihak Polres Bantaeng dan Kejari bantaeng untuk segera menuntaskan kasus ini demi penegakan supremasi hukum,”” pungkas Yudha Jaya.

 

Editor: Malik

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.