Aktivis Berharap Dirlantas Polda Sulsel yang Baru Bisa Melakukan Perubahan

oleh -146 views

images(4)Indotimnews.com– Paca pergantian pucuk pimpinan di lingkup Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sulsel, dari Kombes Pol. Tri Warno Atmojo ke Kombes Pol. Edy Sukaryo yang akan dilaksanakan kegiatan serahterima jabatan Rabu 23 April 2015, sejumlah akivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kemahasiswaan berharap, sejumlah pekerjaan rumah harus diselesaikan Dirlantas yang baru.

Pasalnya,sistem yang selama ini berjalan, tidaklah maksimal. Sehingga berbagai bentuk pelayanan prima lingkup ditlantas maupun satlantas di daerah ini, yang sangat diharap belum bisa terwujud sesuai kehendak publik. Malah terkesan, peraturan maupun pelayanan yang seharusnya berjalan baik, dan pro terhadap masyarakat.

Komisi Nasional Pengawasan Aparatur Negara Republik Indnesia (Komnas Waspan RI), mengharapkan Edy Sukaryo mampu melakukan berbagai bentuk perubahan dari meninkatkan pelayanan yang selama ini dijalankan oleh lingkup Ditlantas Polda Sulsel. Artinya, disetiap titik pelayanan publik ditlantas, perlu diperbaiki.

“Kita tentunya berharap pada pucuk pmpnan baru di lingkup Ditlantas Polda Sulsel, agar meingkatkan pola pelayanan prima dengan mengenyampingkan kepentingan pribadi aparatnya. Seperti pada titik pelayanan SIM, STNK, BPKB, TNKB dan lainnya masih kerap mengecewakan public,” jelas Sekertaris Komnas Waspan RI, Nasution Jarre, Senin (20/4/2015).

Hal serupa diungkapkan pula Ketua Jaringan Oposisi Indonesia Sulawesi Selatan (JOIN Sulsel), Mansyur, bahwa Darlantas yang baru punya pekerjaan rumah (PR) sebanyak empat poin. Pertama, harus melakukan pengaturan angkutan tak resmi becak motor (bentor) yang selama ini menjadi salahsatu permasalahan yang tak kunjung usai. Dua, Melakukan evaluasi terhadap kinerka para kanit regident Samsat yang ada di wilayah Polda Sulselbar. Tiga, mediadakan mental pungutan liar aparat yang selama ini menjadi boomerang. Dan ke empat, menyelesaikan utan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) Edisi 2013 .

“Tak ada yang bia kami katakana kecuali hilangkan berbagai bentuk pungli yang ada di tubuh lalulintas di daerah ini. Kami akan terus melakukan kontrol terhadap kinerja aparat demi terciptanya kepolisian yang profesional,” papar Mansyur via reles yang diterima melalui pesan singkat di ponsel miliknya.

Sementara itu, Hedrianto, aktivis kemahasiswaan mengharapkan pula Dirlantas Polda Sulsel, lebih jeli melihat kondisi Kota Makassar yang saat ini menjadi kota macet. Apalagi dengan pengaturan bentor dan roda 10 (rembang 10) yang kerap pula menjadi biaang kecelakaan lalulintas (lakalantas) dan merenggut nyawa pengguna jalan lainnya. (Zul/Yudha)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.