Aktivis GAM: Waspada, ekonomi rakyat dipengaruhi pasar “kapitalis”

oleh -228 views

_20160319_082104Makassar– Dengan di terapkannya UU Bank indonesia, dinilai oleh Yudha jaya, Aktivis gerakan Aktivis makassar (GAM), sangatlah penting.

Salahsatu alasan Yuha dalam rilis yang diterima indotimnews.com, Sabtu (19/3), di karenakan pasar kapitalis yang hadir di tengah-tengah masyarakat secara tidak langsung mempengaruhi ekonomi kerakyatan.

“Salahsatu satu contoh adalah kembalian uang dengan permen itu adalah yang sengaja dilakukan oleh pemilik perusahaan pasar kapitalis tanpa memperhatikan Aturan-aturan yang ada. berdasarkan UU Bank Indonesia Pasal 2 ayat (3), “Setiap perbuatan yang menggunakan uang atau mempunyai tujuan pembayaran atau kewajiban yang harus dipenuhi dengan uang jika dilakukan di wilayah NKRI wajib menggunakan rupiah, kecuali ditetapkan lain dengan peraturan Bank Indonesia,” ucap Yudha.

lanjut aktivis yang dikenal getol berjuang untuk kepentingan rakyat itu, aturan ini berhubungan dengan pidana dan denda dan sangat jelas bahwa perusahaan kapitalis harus patuh terhadap Undang-undang, bukan sengaja pura-pura tidak tahu terhadap perundang-undangan.

“Hal ini sering terjadi di supermarket dan minimarket. Konsumen yang berbelanja mendapatkan permen sebagai pengganti kembalian uang rece. Hal tersebut tidak dibenarkan, supermarket dan minimarket wajib menyediakan dan mengembalikan pada konsumen berupa uang dan bukan permen,” jelasnya.

Yudha jaya mengingatkan, , barang siapa yang sengaja melakukan pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (3) diancam dengan pidana kurungan sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan paling lama 3 (tiga) bulan.

Kemudian, denda sekurang-kurangnya Rp 2.000.000 dan paling banyak Rp 6.000.000. Jadi, pedagang wajib memberikan kembalian berupa uang dan bukan permen.

Penulis: Kifli

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.