Aktivis GARDASI: Kawal dan pantau proses hukum Anggota DPRD tersangka narkoba di Polres Jeneponto

oleh -237 views

PhotoGrid_1447473262272Makassar– Pasca penangkapan Asprianto alias Rani, anggota DPRD Jeneponto dari Fraksi Golkar, Kamis siang 13 November 2015, di Desa Bonto Mataene, Kecamatan Turatea, mengundang reaksi sejumlah pihak.

Bahakn hampir seluru elemen mengutuk kera perbuatan dugaan pemakaian narkoba jenis sabu politikus partai Golkar ini. Apalagi ditemukan barang bukti, satu saset sabu di mobil mewah Toyota Harier milik Aprianto ini.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis Gerakan Pelajar Mahasiswa (GARDASI), yang tengah memantau perkembangan proses hukum Polres Jeneponto ini meminta, agar kepolisian tidak bermain-main dengan proses hukum yang dihadapi sang anggota dewan tersebut.

“Kami sangat berharap proses penegakan supermasi hukum tidak tergoyahkan oleh tersangka pelaku narkoba ini. Apalagi seorang anggota dewan yang terlibat. Ini sangat mencoreng nama baik Kabupaten Jeneponto,” jelas aktivis senior GARDASI, Muswandi Sese, saat dimintai komentar, Sabtu (14/11).

Apalagi sudah berkembang informasi kata aktivis GARDASI anggota legislatif ini, sudah mencoba melakukan lobi akan kasus yang akan menjeratnya.

“Kami berharap Kapolres Jeneponto tetap konsisyen menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Apalagi pemberantasan narkoba sudah menjadi prioritas presisen dan Kapolri,” kata Muswandi yang juga jenderal Lapangan aksi GARDASI.

Bahkan GARDASI mengharapkan penanganan kasus narkoba ini secepatnya diambil alih Polda Sulselbar, untuk menghindari adanya upaya yang dilakukan pihak tersangka yang akan meringankan hukuman anggota DPRD Jeneponto itu.

“Insya Allah kami akan turun melakukan aksi unjuk rasa ke Polres Jeneponto, DPRD mengajukan pemecatan tersangka sebagai anggota, dan di Mapolda Sulselbar untuk mendesak kepastian hukum atas tersangka pengguna narkoba uang punya barang bukti tersebut,” tambah Muswandi.

Mengakhiri perbincangannya, aktivis senior GARDASI ini, mengharap tegas tidak ada upaya pihak manapun untuk bisa membeaskan tersangka dari jeratan hukum. Alasannya, di mata hukum semua yang bersalah harus mendapat ganjaran, walau ia anggota legislatif.

Penulis: Zulkifli

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.