Aktivis GEMPUR Kecam Video Viral Lurah Empoang Selatan Jeneponto

oleh -403 views

MAKASSAR– Video viral Lurah Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto yang dinilai bersikap arogan terhadap salah seorang warganya yang hanya meminta tandatangannya untuk keperluan Surat Keterangan Usaha (SKU), mengundang perhatian publik. khususnya kalangan aktivis Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR).

Melihat video yang tidak sepantasnya dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) membuat Aktivis GEMPUR merasa sangat geram dan angkat bicara, seperti dalam rilisnya yang diterima media ini, Selasa (3/7/18).

“Tidak sepantasnya seorang Kepala Kelurahan bersikap seperti itu. Bukan kah seorang pejabat publik mempunyai tanggung jawab untuk melayani dan mengayomi masyarakatnya? Tapi apa yang kita lihat dari video tersebut, Kepala Kelurahan Empoang Selatan sangat memperlihatkan arogansinya dan etika yang sangat buruk dalam pelayanan terhadap masyarakat,” ungkap Adi Kanzas, Ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR).

Dikatakan, adapun klarifikasi lurah ini terkait video tersebut juga tidak menjawab persoalan yang terekam dalam video tersebut.

“Klarifikasinya terkesan seolah-olah dibuat untuk menghindari hujatan netizen dan masyarakat khususnya di Kelurahan Empoang Selatan,” tegas Adi.

Kalaupun misalnya Widya salah, lanjut aktivis ini, semestinya diingatkan dan diarahkan dengan baik, bukan dengan malah membentak sambil melotot seperti itu dengan angkuhnya.

“Saya sebagai warga Jeneponto mengecam perilaku arogan yang dilakukan oleh Pak Lurah Empoang Selatan. Belum lagi foto screenshots yang beredar tentang komentar sang istri yang juga aparat lurah di akun facebook atas nama” Ira Yusuf Panangrangi” yang mengeluarkan kata-kata kotor karena diduga tidak menerima video suaminya tersebut tersebar,” terangnya.

Namun, setelah Adi dan rekannya mengecek kembali akun FBnya ternyata sudah ditutup, jelas hal ini kata Adi kembali menjadi bukti bahwa memang mereka tidak sepantasnya menjadi pejabat publik di Kelurahan Empoang Selatan karena tidak menjunjung tinggi adat istiadat.

“Si pangngaliki (saling menghormati)”, tutur Adi Kanzas yang semakin kesal.

Pasca kejadian viral tersebut, Adi dan Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR) akan melakukan aksi unjuk rasa mengecam tindakan tak beretika tersebut dan meminta Bupati Jeneponto untuk mencopot Lurah Empoang Selatan dari jabatannya karena telah merusak citra daerah dan tidak mampu menjalankan tupoksinya sebagai pengayom dan pelayan masyarakat. (*)

loading...
loading...