Aktivis GRD bakal angkat bendera 2 Desember “Hukum Ahok”

oleh -200 views

Indotimnews– Beberapa pekan terakhir isu penistaan agama oleh Calon Gubernur DKI Jakarta menjadi pemberitaan paling hangat di seluruh penjuru nusantara.

Namun ini menjadi boomerang yang bisa saja memecah bela kesatuan bangsa sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika (berbeda tetap satu jua).

Nah, Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) dalam rilisnya yang diterima indotimnews.com, telah mengkaji bahwa ada hal besar yang coba di tutupi.

“Ini seperti sudah di rekayasa sedemikian rupa oleh elit politik. Isu ini mencuat sampai menutupi isu lain yg lebih urgent,” kata Ketua Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) Andi Etus Mattumi, Rabu (30/11).

Dijelaskan, bahwa kesalahan besar yang di lakukan gubernur DKI Jakarta, Ahok adalah reklamasi yang di lakukan di Teluk Jakarta, karena imbas utama dari reklamasi pantai adalah kerusakan lingkungan pastinya, yang selanjutnya adalah penggusuran yang terjadi di jakarta akibat proyek reklamasi.

“Ini menandakan bahwa Ahok lebih mengutamakan investor (borjuasi) di bandingkan rakyat kecil yang harus di sejahterakan. Belum lagi terkait statement ahok yang di anggap berkata tidak santun dan mengkebiri salah satu agama,” katanya.

Hal ini lanjut Ethus, bisa mengundang isu sara, makar dan semacamnya. Sehingga mampu menciptakan suasana gaduh di negara tercinta yang sejatinya berbeda beda suku agama dan ras namun harus tetap rukun dalam bingkai bhinneka tunggal ika. Maka dari itu sebelum terjadi tindakan yang merusak tatanan bangsa.

Penegakan supremasi hukum harus dibuktikan ketajamannya agar rakyat tidak berfikir bahwa pejabat seperti Basuki Cahya Purnama Itu kebal hukum,” ucapnya.

Hari jumat 2 Desember mendatang, bertepatan Kegiatan Bela Islam Jilid III, GRD nyatakan siap angkat bendera dengan konsep perjuangan “Adili Ahok seadil-adilnya demi demokrasi sejati”.

Editor: Dany F. Malik

loading...
loading...