Aktivis GRD bersama warga Nipa-nipa Kajenjeng nyatakan menolak lanjutan Proyek Normalisasi Alur Sungai

oleh -286 views

PhotoGrid_1461929470414Makassar– Aktivis Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) bersama sejumlah warga yang bermukim di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, menyatakan menolak kelanjutan Proyek Normalisasi atau Alur Sungai Nipa-npa kajenjeng Tahun Anggaran (TA) 2016.

Pasalnya, proyek TA. 2014 dan 2015 Alur Sungai Kajenjeng ini, dinilai terjadi indikasi kerugian negara mencapai miliaran rupiah. Apalagi pihak Balai Kajenjeng telah melakukan pembiaran terkait bobroknya kinerja pihak rekanan yang mengerjakan proyek ini.

Menurut Ketua umum GRD, Amar Anggriawan, proyek TA.2015 lalu saja dianggapnya tidak beres. Di mana nilai anggaran pengerukan sungai tersebut senilai Rp16 miliar sangatlah tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan.

“Oleh karena itu, kami dari GRD bersama warga sekirtar Sungai Kajenjeng akan melakukan penolakan terkait dengan kelanjutan proyek yang menelan anggaran ratusan miliar tersebut,” papar Amar, Jumat (29/4).

Dikatakan, ia berencana akan kembali melakukan aksi unjuk rasa meminta pihak Balai pengairan Pompengan selaku penanggungjawab untuk bisa transparan ke publik terkait proyek tersebut.

“Warga Kota Makassar tidak mau kecolongan lagi dengan proses kerja notmalisasi Sungai Kajenjeng yang terkesan dikerja asal-asalan dan tak sesuai dengan spesifikasi maupun volume pekerjaan. Jangan jual daerah kami dengan menganggarkan ratusan miliar rupiah yang pada akhirnya proyek tidaklah bermanfaat bagi daerah ini,” tegas Amar Anggriawan.

GRD pun saat ini mengaku tengah melakukan investigasi ke lokasi proyek yang dianggarkan Tahun 2016 ini dan menemukan sejumlah ketimpangan yang ditaksir merugikan negara miliaran rupiah pada TA.2016 lalu.

Sementra itu, salah seorang warga sekitar proyek normalisasi Sungai Kajenjeng menolak kelanjutan proyek itu, karena warga sekitar, khususnya tanah mereka yang belum dibebaskan.

Sementra itu, informasi yang dihimpun indotimnews.com, bahwa pelaksanaan proyek seharusnya sudah berjalan, namun hingga saat ini belum ada kegiatan di lokasi proyek.

Demikian halnya, kelanjutan proyek tahun ini akan dilanjutkan oleh perusahaan BUMN, PT. Adi Karya selanjutnya di Jo ke PT, Karya Resky Panca Mulia yang dimotori oleh Robert,  kontraktor yang tak asing lagi di lingkup Balai Sungai Pompengan dan PT. Nur Ali yang dikendalikan oleh Nasir.

Editor: Zoel

 

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.