Home / HUKRIM / Aktivis GRD minta Polda Sulsel transparan penanganan dugaan korupsi pemasangan pia PVC TS. 2016

Aktivis GRD minta Polda Sulsel transparan penanganan dugaan korupsi pemasangan pia PVC TS. 2016

Indotimnews– Terkait kasus dugaan korupsi dana pengelolaan dan pengembangan air minum (pengadaan/pemasangan pia PVC) Tahun Anggaran 2016, dalam proyek yang dijalankan oleh Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Provinsi Sulawesi Selatan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PU-PR, Yang di tangani dan menetapkan beberapa tersangka oleh Polda Sulsel, dianggap Aktivis GRD bak hilang tanpa jejak.

Andi Etus Mattumi, Ketua Umum Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) dalam rilisnya, Senin (4/12/17), mengatakan, bahwa dari hasil proyek fiktif tersebut, ditemukan kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia sebesar Rp 2,4 Milyar.

“Dalam pengembangan kasus ini Pold Sulsel berhasil menetapkan 7 tersangka. Ketujuh tersangka yaitu diantaranya adalah Ir Kaharuddin selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang juga menjabat sebagai Kepala SatuanKerja SPAM, Ir Febri Nasir dan Mukhtar Kadis selaku Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK), Andi Kemal selaku pejabat pengadaan, Andi Murniati selaku bendahara, Rahmad Dahlan selaku penandatanganan SPM, dan Ir Muh Aras selaku koordinator penyedia. Namun, sampai hari ini belum ada kejelasan tentang kabar para tersangka, yang sampai hari ini belum juga di tangkap dan di adili,” tegas Andi Etus.

Karena igptu lanjut A. Ethus, menjadi tanggung jawab Kapolda Sulsel yang baru untuk segara mengambil langkah tegas agar tidak menjadi citra buruk bagi institusi kepolisian dalam pemnerantasan korupsi.

“Kami dari KP-GRD menantang Kapolda Sulsel yang baru untuk segara menuntaskan kasus ini,” tegas Ketua Umum KP-GRD ini.

Ditambahkannya, KP-GRD dalam memperingati  Hari Anti Korupsi 9 Desember 2017, akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel. (*)

loading...