Aktivis GRD Minta proses hukum tangkapan ikan berformalin 15 ton Dit Polair Polda Sulsel transparan, Irjen Pol Anton Carliyan diminta lakukan evaluasi

oleh -220 views

PhotoGrid_1460909320931“Benarkah penangkapan ikan 15 ton berformalin oleh Ditpolair diselesaikan tanpa ada proses hukum?, GRD ancam bakal unjuk rasa!”

Makassar– Aktivis Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) kembali mengingatkan Kapolda baru Sulselbar, Irjen Pol. Anton Charliyan, terkait penanganan penangkapan ikan berformalin 15 ton oleg Direktorak Poilisi Perairan (Ditpolair) Polda Sulsel, bebebrapa waktu lalu.

Karena dinilai tak jelas proses hukumnya sehingga publik terus mempertanyakan hasil penyidikan kasus tersebut, Ketua Biro Politik  GRD, Amar Anggriawan, Minggu malam (17/4) dalam rilisnya yang diterima indotimnews.com menegaskan, Kapolda Sulselbar   diminta melakukan evaluasi di jajaran Polair Polda Sulsel. terkait proses penegakan hukum yang seharusnya dikedepankan.

“Dit Polair Polda Sulsel mengamankan kapal yang mengangkut ikan sebanyak 15 ton mengandung formalinasal Kotabaru, Kalimantan Selatan di perairan Makassar tujuan Barombong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, kabar hukumnya  masih simpang siur. Publik mengingukan transparansi proses  penegakan supremasi hukumnya,” papar Amar Anggriawan.

Sementara jelas dalam penangkapan itu ucap Ketua Biro Politik GRD, terdapat enam orang bersama nahkodanya diketahui bernama H Mulyadi. Demikian  Barang Bukti (BB yang disita kepolisian berupa 1 basket sampel ikan, 17 botol sampel air palka penampung ikan dan 15 ton ikan campuran.

“Sungguh sangat ironis ketika sampai hari ini belum ada titik terang terkait penanganan kasus 15 ton ikan berformalin itu belum rampung dan barang bukti berupa kapal yang mengangkut ikan berformalin tersebut dipinjampakaikan kepada keluarga tersangka, dan awak kapalnya pun dilepas,” cetus Amar.

Sementara harapan terbesar publik bahwa kepolisian (Ditpolair) kata Ketua Biro Politik GRD, seharusnya menampik dan melindungi masyarakat dari dari bahan pangan yang berbahaya serta proses hukum yang transparan sebagai bentuk hukuman kepada para pelaku atas kesalahannya.

“Kami berharap KAPOLDA Baru Sulselbar Anton Carliyan untuk tegas dalam mengevaluasi kinerja anggotanya terkhusus jajaran Ditpolair polda sulsel. Dalam waktu dekat ini Kami pun akan menggalang Mahasiswa pemuda dan masyarakat untuk melakukan unjuk rasa di Ditpolair dan Polda Sulselbar sebagai wijud keseriusan kami dalam mengawal kasus penangkapan 15 ton ikan berformalin tersebut yang terindikasi terjadi praktek suap dalam proses penanganannya,” Tegas Amar Anggriawan

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.