Aktivis HIPERMATA berunjuk rasa terkait Kartu Ajaib KIS tak berguna di Takalar berujung maut seorang ibu hamil

oleh -159 views

PhotoGrid_1460961240134“Fitriani, Ibu hamil pemegang kartu KIS meregang nyawa, akibat tak mendapatkan perawatan medis dari Rs. Padjonga Dg. Ngalle, Kabupaten Takalar. Memang terkesan miris dan orang miskin dilarang sakit? Kapolda baru Sulsel  ditantang mengusut tuntas kasus ini!”

Makassar– Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam HIPERMATA Komisariat Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar, berunjuk rasa di depan Kampusnya, Jalan Sultan Alauddin, Senin siang (18/4), sekitar Pukul 13.00 Wita.

Aksi para aktivis tersebut meneriakkan keberadaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibuat Presiden Joko Widodo, ternyata tak berfungsi di Rumah Sakit (Rs) Padjonga Kabupaten Takalar. Buktinya, pengunjuk rasa menggelontorkan teriakan kritis bahwa seorang ibu yang tengah hamil, Fitriani (22) yang juga pemegang kartu “ajaib” KIS, tak mendapatkan perawatan medis di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Takalar tersebut, sehingga ibu tersebut meregang nyawa.

“Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang jadi kartu andalan Presiden Jokowi menelan korban. Tak tanggung tanggung, KIS merenggut nyawa warga Galesong Kabupaten Takalar Sulsel. Pada hal, KIS merupakan program unggulan presiden  untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat miskin. Namun keberadaan “Kartu Ajaib” tersebut terkadang tidak berbanding lurus dengan kenyataan di lapangan,” ucap Ketua umum Hipermata Komisariat UNISMUH, Abdul Gaffar, dalam orasinya.

Lanjut Gaffar, KIS di Takalar seakan tak bergunaFitriani (bersama bayi yang dikandungnya, harus meregang nyawa karena tidak memperoleh tindakan medis.Berarti pihak rumah sakit yang dipimpin oleh Dr. Nilal tengah bermain-main dalam Mengenangi Pasien dan tidak bertanggungjawab dengan kasus ini.

hal serupapun diteriakkan para pengunjuk rasa lainnya yang melakukan orasi secara bergantian. Ini tuntutan para pengunjuk rasa tersebut:

1. Pemkab Takalar harus tidak mempercayai lagi kartu Indonesia sehat (KIS) yang diunggulkan Jokowi JK
2. Penjarakan dan copot Dr. Nilal selaku kepala RS. H.Padjonga Dg Ngalle Takalar krena lalai dalam pelayanan pasien.
3. copot Jokowi JK krena tak mampu Mensejahterakan rakyatnya dengan program unggulannya.

Seabab itu, Kapold Sulselbar yang baru, Irjen Pol. Anton Charliyan diminta menggunakan nurani hukum agar segera mengusut tuntas kasus kematian ibu hamil pemegang kartu KIS tersebut.

Editor: zoel

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.