Home / HUKRIM / Aktivis ini Meradang Soal Pemeriksaannya di Polrestabes Makassar

Aktivis ini Meradang Soal Pemeriksaannya di Polrestabes Makassar

MAKASSAR– Aktivis Mahasiswa Makassar Melakukan Konfrensi Pers terhadap laporan Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, Hj Fitriani, belum kama ini.

Konfrensi pers tersebut marupakan buntut dari Persekusi Laporan Ibu Fitrian MP yang Telah Melaporkan pidana Pencemaran Nama Baik dalam UU iIE di Polrestabes Makassar.

Pemeriksaan yang dinilai tidak memenuhi prosedur itu dilakukan terhadap Abdul Azizul Gaffar, salah seorang Aktivis Mahasiswa makassar menuturkan, pemeriksaan dirinya tidak sesuai karena tidak didahului dengan surat panggilan dari pihak kepolisian untuk dilakukan BAP sebagai saksi.

“Saya ke Polrestabes untuk mengantar terlapor Andi Setiawan untuk dilakukan periksaan, tetapi sesampai di ruang pemeriksaan saya juga diperiksa tanpa adanya surat panggilan yang ditujukan ke saya sebagai saksi. Jadi, saya menganggap prosedur pemeriksaan yang dilakukan pihak Polrestabes Makassar tidak sesuai aturan,” beber Gaffar saat melakukan konferensi pers di warkop Presscorner. ( senin 17 September 2018 ).

Gaffar yang menganggap prosedur pemeriksaan tersebut telah melayangkan surat somasi ke pihak Polda Sulsel melalu Kuasa Hukumnya Iriansyah SH,MH

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, Hj Fitriani melaporkan Andi Setiawan dengan laporan pencemaran nama baik karena akan melakukan aksi unjuk rasa terkait pengadaan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dari Mentan RI saat pemilihan gubernur Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu di duga Di Politisasi Untuk Kepentingan PILGUB.

Aktifis Mahasiswa makassar tersebut menganggap kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sulawesi Selatan dianggap panik sehingga melaporkan Andi Setiawan di Polrestabes Makassar dengan laporan pencemaran nama baik.

Gaffar bersama aktifis Mahasiswa makassar tersebut meminta kepada kepala dinas pertanian dan Hortikultura meminta maaf dan mencabut laporannya sebelum para aktifis melaporkan ke Komnas HAM.

loading...