Aktivis ini serukan tolak Industri pertambangan hidrolik di Reok, Kabupaten Manggarai

oleh -258 views

Indotimnews– Rencana masuknya industri tambang di Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mendapat kecaman dari berbagai Pihak, khususnya kalangan aktivis.

Roony B, salah satu aktivis asal Manggarai menilai langkah Bupati Deno yang memberikan lampu hijau kepada PT Masterlong Mining Resources (MMR) dianggap tidak berpihak kepada Rakyat kecil dan hanya menguntungkan pemodal

“Masterlong Mining Resources (MMR
tidak berpihak kepada Rakyat kecil dan hanya menguntungkan pemodal” kata Roony dalam siaran persnya yang diterima indotimnews.com, Senin (16/1/17).

“Seperti yang kita ketahui bahwa Dampak dari hadirnya perusahan tambamg di Manggarai akan membawa dampak buruk bagi warga Manggarai, Teknik pertambangan hidrolik sering digunakan dalam penambangan emas,” kecamnya.

Hal ini akan lanjut aktivis Gerakan Revolusi Demokratik (GRD), menyebabkan kerusakan permanen pada pohon, burung dan hewan. Senyawa yang sangat beracun juga digunakan untuk memisahkan emas dari sedimen dan batuan. Merkuri yang dilepaskan ke sungai ini akan memasuki rantai makanan melalui hewan air.

“Mereka yang mengonsumsi ikan memiliki risiko lebih besar menelan racun tersebut,” jelasnya.

Bukan hanya itu, lanjut Roony, masih banyak dampak lain dari industri tambang ketika benar akan Hadir di Manggarai.

“Jika alasannya adalah untuk ciptakan lapangan kerja baru, maka itu tidak masuk di akal sehat saya, sebab masyarakat manggarai pada umumnya petani dan tidak punya keahlian di bidang itu. Jika benar itu sebagai alasan utama, maka sangat jelas bahwa Bupati Deno ingin memasukkan rakyatnya sendiri kedalam jurang karena harus jadi buruh kasar,” papar Roony.

Dijelaskan, banyak sektor lain yang tepat untuk dikembangkan di Mangggai. Sektor pertanian, wisata, industri dll, kenapa tidak damaksimalkan itu?

“Saya meminta agar Bupati Deno harus barpikir tentang kesejahteraan Rakyat kecil dan segera membatalkan Perusahaan tambang itu, apapun alasannya karena kepentingan rakyat adalah hal yang paling utama,” icapnya.

Terkait Tim Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dibentuk untuk aktivitas PT MMR, ia berjarap, mereka harus bekerja secara netral tanpa intervensi dari pihak manapun, jangan sampai Tim Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) hanya tinggal nama.

“Kami menuga ada kemungkinan konspirasi untuk mengisi kantong sendiri, jangan sampai dugaan itu terjadilah. Kami minta mereka harus bekerja secara profesional, jangan mau di tekan oleh pihak manapun,” kilah aktivis yang masih mengenyam bangu perkuliahan di salahsatu universitas di Makassar.

Iapun mngajak seluruh elemen masyarakat dan DPRD Deno harus bersama-sama mengambil tindakan tegas menolak kehadiran pertambangan di Manggarai.

Laporan: Dani F Malik

loading...
loading...