Aktivis JaTI Minta Kapolda Transparan Penerimaan Polisi 2015

oleh -197 views

IMG_20150101_152817Makassar– Penerimaan Bintara Polri ataupun Akpol di Sulsel, kerap diidentikkan dengan berbagai bentuk KKN. Sebab itu, banyak pihak, termasuk aktivis Jaringan Muda Aktivis 0indonesia (JaTI), meminta Kapolda Sulselbar, Irjen Pol. Anton Etiadji lebih transparan pada penerimaan anggota Polri Tahun 2015 ini..

“Seperti yang pernah terjadi dengan adanya keterlibatan oknum anggota Polda Sulselbar Berpangkat perwira menjadi calo,” ucap aktivis senior JaTi, A’, Farhat, via relesnya, Kamis (1/1/2015).

JaTI berharap, penerimaan calon anggota polri saat ini lebih transparan dan profesional
Seperti agar tak terjadi seperti yang pernah jadi sorotan dengan adanya keterlibatan oknum perwira menjadi calo penerimaan bintara polri.

“Ini yang harus menjadi referensi dan bahan evaluasi kapolda saat ini agar tidak ada lagi calo dari internal Polda dan lebih mengedepankan sanksi pidana dibanding kode etik kepada calo tersebut,” tambahnya.

Belum lagi kata A’an Farhat, terkait pola pengumuman kelulusan dari tahap ke tahap dianggapnya tidak transparan.
Seperti sebelumnya pengumuman tes kesehatan hanya diumumkan secara lisan dan yang tidak disebut namanya dianggap tidak lolos yang disebut namanya dianggap lolos.

“Bahkan pengumumannya di tengah-tengah lapangan SPN Batua. Harusnya nilai dari seleksi tiap tahap itu dipublikasikan secara tertulis.

“Seharusnya Kapolda Sulselbar membuka posko pengaduan bagi calon anggota polri agar semua bisa transparan.
Kamipun harap Kapolda saat ini bisa lebih transparan dan panitia penerimaan bisa lebih profesional untuk Reformasi birokrasi Menuju good governance,” tambah Aktivis senior JaTI.

Dijelaskannya, Sebagaimana Peraturan Menpan No 15/2008
Tentang pedoman umum reformasi birokrasi. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.