Aktivis kecam pembiaran Preman berkedok Jukir liar, pasang harga puluhan ribu rupiah

oleh -211 views

imagesMakassar– Sejumlah aktivis di Kota Makassar, mengecam keras pemerintah mauapun aparat hukum yang terkesan tutup mata dengan ulah sekelompok preman yang menjadi juru parkir (jukir) dadakan di sejumlah titik perbelanjaan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ulah jukir yang memasang tarif parkir di beberapa titik keramaian (perbelanjaan), seperi Mall MaRI, Pasar Senggol, Pasar Butung dan lainnya, nilainya mencekik warga yang tengah berbelanja kebutuhan lebaran. Bahkan sejumlah warga mengaku dimintai tarif Rp.10 ribu hingga Rp.20 ribu.

Nah, Komisi Nasional Pengawasan Aparatur Negara Republik Indonesia (Komnas Waspan RI), menilai pengawasan aparat pemerintahan, khususnya PD. Parkir terbilang lemah.

“Heran jukir dadakan itu seenaknya main harga hingga puluhan ribu. Hal inipun menimbulkan kesan, jika pemerintah setempat yang seharusnya bergandengan dengan apar kepolisian terkesan tutup mata,” jelas Sekertaris Komnas Waspan RI, Nasution Jarre, Rabu (29/6).

Hal serupa juga dipapaprkan Aktivis Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) dan meminta segera institusi terkait melakukan operasi penertiban preman dan juru parkir liar yang “memera” warga yang tengah berbelanja di pusat penjualan kebutuhan lebaran.

“Kami mendesak aparat pemerintahan dan kepolisian untuk segera membersihkan area tempat perdagangan dari segala bentuk aksi premanisme yang berkedok jukir. Kasihan warga yang jadi korban “pemerasan” mereka,” pinta Ketua Umum GRD, Amar Anggriawan.

Padahal, tinggal seminggu Lebaran Idul Fitritinggal seminggu, kenyamanan warga yang hendak berbelanja kebutuhan terusik dengan aksi premanisme tersebut.

Laporan: Kifli

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.