Aktivis kembali pertanyakan tanggungjawab Ditlantas Polda Sulsel terkait TNKB yang belum terpenuhi

oleh -173 views

images(6)Indotimnews.com– Hingga saat ini, ribuan pemilik kendaraan bermotor (ranmor( edisi Tahun 2013 hngga Tahnu 2015, masih kelimpungan dengan ketidakpastian adanya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau yang lebih dikenal plat nomot polisi (nopol).

Lebih membingungkan lagi, pasca pernyataan Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sulsel< telah mengeluarkan statemen bila stock TNKB mencukupi. pasalnya, ribuan warga yang belum endapatkan hak kepemilikan TNKB berbondong-bondong kesetiap dialer ranmor tempat mereka membeli kendaraan.

Dari pantauan media ini, bahkan pemilik ranmor dengan bukti guntingan koran ataupun copian berita dari media lokal ternama tempat diberitakannya pernyataan itu, mereka mendesak pihak dialer untuk memberikan plat nopol yang sekian lama dinanti-nantikan.

Alhasil, pihak dialer tak mampu berbuat apa-apa dengan dalih, jika TNKB milik mereka belum juga didapatkan dari pihak kantor Ditlantas Polda Sulsel.

Nah, Ansar Makkasau aktivis Forum Mahasiswa Lintas Kampus (Formalk) yang mencermati kondisi ini menyatakan keheranannya terhadap pihak Ditlantas Polda Sulsel yang tak mempu memberi jalan keluar.

“Tak ada alaasan para petinggi di Ditlantas untuk tidak bertanggungjawab terhadap kekosongan TNKB, khususnya edisi Tahun 2013-2014. Jangan karena alasan kesalahan Koorlantas Mabes Polri, hal tersebut didiamkan begitu saja,” ucap Ansar, saat dimintai tanggapan, Kamis (28/5/2015).

Menurutnya, para petingi Ditlantas yang baru menjabat, tak boleh lepas dari tanggungjawab moral akan hak-hak pemilik ranmor yang belum didapatkan. apalagi, lanjut Ansar, dana pembayaran TNKB yang tercantum dalam notis pajak sudah dibayarkan oleh pemilik ranmor.

Hal serupa dipaparkan pula Sekertaris Komisi Nasional Pengawasan Aparatur Negara Republik Indonesia (Komnas WaspanI RI) bahwa pejabat baru yang menangani atau membawahi permasalahan tak kunjung solusi ini ini diharap bertanggungjawab penuh.

“Mereka harus cerdas mencari solusi, agar pemilik ranmor tidak merasa dirugikan oleh permasalah tersebut. Jangan biarkan pemilik ranmor itu menanti dalam ketidak pastian,” ucap Nasution, saat berbincang dengan salagsatu pemilik ranmor roda dua dan empat yang mengaku hingga saat ini belum mendapatkan hak TNKB.

untuk itu, masyarakatpun berharap agar para petinggi di Ditlantas dapat menjalankan amanah dengan tidak mengenyampingkan persoalan TNKB, karena para pemilik ranmor tetap akan mempertanyakan dana biataya TNKB yang sudah disetor sekian lamanya. (tim)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.