Aktivis Minta Pajak Progresif Tidak Peras Pemilik Ranmor

oleh -135 views

IMG_20141230_125847Makassar– Terkait dengan pemberlakuan pajak progresif di lingkup Kantor Samsat yang ada di Sulsel, dinilai sejumlah kalangan ada kesan pemaksaan yang bisa berujung pada upaya pemerasan.

Menurut Ketua Jaringan Oposisi Indonesia (JOIN) Sulsel, Mansyur, pemberlakuan beberapa tahun terkahit pajak progresif di lingkup samsat membuat para pemilik kendaraan bermotor (ranmor) roda 4 sangat terbebani.

“Pemberlakuan pajak progresif perlu ditinjau ulang. Masahnya, pihak Dipenda Sulsel memberlakukan rata pada kendaraan pribadi. Artinya, mobil yang tak layak atau tua harus pula terbebani. Inikan lucu,” ucap Mansyur, Selasa (30/12/2014).

Yang paling rancu menurut Ketua Umum JOIN Sulsel adalah kendaraan yang terjebak progresif, namun Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) masih proses cicilan.

Merekapun dipaksakan ketika membayar pajak harus pula dikenakan pajak progresif yang tidak sedikit nilainya.

“Berbeda dengan ranmor roda empat yang baru memang wajib dikenakan pajak progresif. Bulan sebaliknya kendaraan tua harus kena imbas pajak tambahan tersebut,” jelas Mansyur.

Sementara itu, aktivis Gerakan Penyelamat Uang Rakyat (Gempur), menganggap pula keberadaan pajak progresif terkesan dipaksakan demi tujuan tertentu. Apalagi, nilai pajak tersebut tidaklah sedikit persentasenya.

“Tentunya kita sangat berharap, agar pemerintah lebih bijak memberlakukan pajak progresif itu. Tidak semua pemilik ranmor mampu membayar pajak itu,” papar Ramlan, Sekertaris Gempur.

Katena itu, menurut Ramlan, pemerintah harus lebih ttansparan terhadap penerimaan pajak progresif. Jangan sampai masyarakaty merasa diperas dengan pemberlakuan aturan tersebut.

“Kan kasihan pemilik kendaraan yang BPKB nya sementara di pembiayaan. Masa tiap tahun wajib membayar pajak progresif. Sementara aturan dipenda harus balik nama (BBN) ke 2 dengan dilengkapi BPKB,” cetusnya.

Ramlan berharap, pihak Dipenda Sulsel, bisa memberi solusi terbaik bagi para pemilik ranmor roda empat, Agar bisa terhindar dari pajak progresif yang dinilai mencekik. (Tim)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.