Aliansi Masyarakat Menggugat sikapi penangkapan Firman terduga pembunuh di Jalan Andalas

oleh -192 views

Indotimnews– Aliansi Masyarakat Menggugat, melayangkan aksi protes terkait dengan penangkapan terduga pembunuhan yang terjadi di Jalan Andalas, Makassar, beberapa waktu lalu.

Koordinator Aksi protes Aliansi Masyarakat Menggugat, Ical Dg Rewa dalam rilisnya yang diterima indotimnews.com mengaku, proses Hukum Adalah Serangkaian tindakan mengurangi hak asasi seseorang yang dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum atas nama negara, hal ini pula merupakan serangkaian persaratan untuk melindungi hak asasi seseorang dimana di dalamnya mengandung proses dan prosedur sehingga tidak berpotensi melanggar dan mengurangi hak asasi seseorang.

“Ingat, dalam praktek untuk menegakkan hukum pidana dan untuk melindungi hak-hak konstitusional dari seorang warga negara maka digunakan hukum acara pidana sebagai tolak ukurnya. Dengan demikian maka pada dasarnya proses penyelidikan, penyidikan, penangkapan, penahanan hingga proses peradilan harus melindungi hak-hak individu selama proses berlangsung,” ucapnya, Rabu (7/12).

Iapun berharap agar pihak aparat penegak hukum dalam melakukan penangkapan seharusnya mengacu pada :
Pasal 19 ayat (1) UU NO.2 thn 2002 wewenang Kapolri
Pasal 18 ayat (1) KUHAP tentang Surat Perintah Penangkapan
Pasal 17 KUHAP Tentang Perintah Penangkapan
Pasal 33 Perkap No.14 Thn 2012 tentang Prosedur Teknik Penangkapan
Dan Pasal 36 Perkap No.14 Thn 2012 tentang Tindakan Penangkapan terhadap tersangka

“Dari gambaran di atas terkait dengan penangkapan saudara Muhammad Firmansyah alias Firman, terduga pelaku pembunuhan di Jalan Andalas Hari Rabu tanggal 18 mei 2016 sekitar pukul 03.00 Wita, atas laporan keluarga korban di polsek Bontoala pada saat itu pula langsung dilakukan penangkapan saudara FIRMAN di jalan Vetran Selatan dekat bank BRI.

“Pada saat penangkapan di Maricayya yang sedang duduk bersama teman-temannya tanpa ada surat perintah penangkapan dan penahanan yang ditembuskan kepada keluarga terduga,” katanya.

Lanjut Ichal menceritakan, pada Saat Itu pula saudara FIRMAN dinaikkan di atas sebuah mobil kemudian dianiaya dengan cara melakukan penembakan pada bagian kaki, dipukuli pada bagian dada dan kepala sehingga mengakibatkan luka parah pada bagian kepalanya yang dilakukian oleh aparat kepolisian.

“Setelah Sampai di Kantor Polsek Bontoala Saudara FIRMAN di ancam apabila tidak mengaku sebagai pembunuh Saudara Almarhum Muammad Ali Imran Djafar,” tambah Ical.

Maka Daripada itu, Aliansi Masyarakat Menggugat menuntut dan mendesak Pihak Polrestabes Makassar Untuk Menindak Lanjuti Oknum Kepolisian Lingkup Polsek Bonto ala Yang melakukan Pengkapan sadara Firman.

“Kami mengecam Tindakan Aparat Kepolisian yang melakukan Intimidasi dan kekerasan pada saat melakukan proses penyelidikan
Meminta Pihak Jaksa Penuntut Umum Agar lebih Objektif dalam Menyelesaikan Perkara ini
Meminta Hakim untuk Secepatnya memberikan putusan yang sifatnya solutif tanpa ada tendensi dalam memutuskan perkara ini,” pinta aktivis ini.

loading...
loading...