Alumni Apoteker UNHAS kecewa dimintai dana Rp. 1,5 juta

oleh -212 views

IMG_20150829_133453Makassar– Sekitar 150 Alumni apoteker Unhas yang melakukan penyumpahan bulan april lalu, kecewa terhadap kebijakan rektorat universitas Hasanuddin (UNHAS).

Iwan, alumni Apoteker UNHAS dalam relesnya yang diterima media ini, Sabtu (29/8/2015). menyebutkan, sampai saat ini, pihak rektorat menahan transkrip nilai dan mewajibkan pembayaran kepada alumni sebesar 1,5 juta sebagai uang SPP semester selanjutnya.

“Kami disuru membayar lagi 1,5 juta oleh pihak rektorat, katanya kami dikenakan cas karena keterlambatan ujian. Di dalam Surat edaran dari rektorat terkait ujian sidang apoteker, itu paling lambat tanggal 23 Januari 2015, sementara dari pihak fakultas memberikan ujian sidang pada saat itu tgl 26 Januari 2015. keterlambatan itu bukan kesalahan dari mahasiswa tetapi kesalahan komunikasi dari pihak rektorat ke pihak fakultas atau sebaliknya,” jelasnya.

Dijelaskan Iwan, sebagai mahasiswa yang di korbankan merupakan hal baru terjadi sepanjang sejarah pendidikan di Indonesia, “Sudah alumni di suru lagi membayar biaya SPP,” tambahnya.

Menurutnya, salah seorang alumni apoteker Unhas yang transkrip nilainya juga di tahan mengatakan ini sangat tidak wajar,kesalahan bukan terjadi padanya tetapi hanya merasa di korbankan.

“Harusnya Unhas sebagai lembaga pendidikan milik Pemerintah juga harus mengedepankan rasa kemanusiaannya,bukan meliberalisasi pendidikan dan menjadikan kami korban,” ucapnya.

Para alumni berharap agar pihak rektorat mau memberikan transkrip nilai, soalnya sudah banyak teman teman apoteker di daerah dan sangat membutuhkan itu untuk mempermudah administrasinya dalam mencari pekerjaan.

Editor: Zul

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.