Home / Indotimnews / Alumni FT UMI Usul Pengembangan River City Tello

Alumni FT UMI Usul Pengembangan River City Tello

MAKASSAR– Kota Makassar harus didukung oleh ketersediaan Infrastruktur dan ruang perkotaan yang mampu mendukung mobilitas dan produktifitas masyarakat.

Namun dengan pertumbuhan penduduk dan kompleksnya aktivitas ekonomi di Kota Makassar, kemudian berdampak pada lahirnya berbagai problem seperti kemacetan, banjir, lingkungan dan
problem sosial.

Untuk itu, River City Tello harus didorong perkembangannya untuk merespon dinamika kewilayahan di Kota Makassar.

Wacana tersebut mengemuka pada acara silaturahmi awal tahun Persatuan Alumni Teknik Sipil (PATSI) UMI di Warkop M61 Toddopuli yang bertajuk “PATSI UMI Mawarkop Diawal Tahun” yang dirangkaikan
dengan diskusi bertema “Menakar Kebijakan Infrastruktur pada RPJMD Sulsel 2018-2023”.

Hadir sebagai Pembicara adalah Nur Khaerat Nur Sekum PATSI UMI yang juga Deputi Rektor I Universitas Fajar, dan
penanggap masing-masing Lambang Basri Said dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Mas’ud Sar akademisi FT-UMI dan Ishak Tjenne dari Kementrian PUPR.

Diskusi tersebut dimoderatori oleh Andi
Alifuddin ketua Prodi Teknik Sipil UMI, dan dihadiri oleh alumni teknik sipil UMI dari berbagai latar Belakang diantaranya PNS, asosiasi, konsultan, kontraktor, akademisi, dan anggota legislatif.

Sementara itu Mukhtar Syarkawi Kawasan Sungai Tello perlu dikembangkan karena Kawasan Hertasning dan sekitarnya semakin berkembang, kondisi ini berdampak pada tingkat kemacetan di jalan Hertasning, dan Kondisi ini tentu tidak produktif bagi masyarakat kota yang mobilitasnya tinggi.

“Kawasan Tanjung Bunga juga seperti itu, dengan meningkatnya isu degradasi lingkungan, tentu menjadi problem bila kita
mengeksplorasi kawasan pesisir secara berlebihan. Apalagi saat ini wilayah pesisir diperhadapkan oleh Potensi terjadinya tsunami dan tingginya muka air laut akibat perubahan iklim,” jelasnya.

Nur Khaerat Nur menjelaskan, bahwa terdapat 1200 Ha lahan yang tidak produktif di sekitar Sungai Tello yang bisa dikembangkan untuk manjadi kawasan kota baru, backlog penyediaan rumah baik untuk pekerja industri yang berkategori MBR maupun kelas menengah keatas bisa dibangun pada kawasan
tersebut.

Selain permukiman, River City Tello harus dilengkapi dengan kawasan perdagangan, hotel, Convention exibition, theme park, dan fasilitas urban lainnya.

Sedangkan Ishak Tjenne yang diberikan porsi untuk memberi persfektif dari sisi keciptakaryaan memberikan pandangan bahwa bila kawasan River City Tello dikembangkan harus didukung dengan
pengelolaan sanitasi lingkungan yang terintegrasi dengan membangun IPAL kawasan dan TPST 3R.

“Sungai Tello yang tertata akan menjadi kawasan destinasi baru yang viewnya instagramable sebagaimana tren millennial, dan ini akan menjadi potensi peningkatan PAD. Untuk mendukung River City Tello, maka Pemerintah Provinsi perlu membangun jalan kolektor yang
menghubungkan jalan Laimena dengan Toll Sutami melalui peisisir Sungai Tello,” tutur Ishak.

Selain itu KIMA dengan Jalan Toll Reformasi (Barawaja) harus dihubungkan pula, sehingga sisi belakang Kampus UNHAS, Kantor Gubernur, dan UMI menjadi halaman depan. Sungai Tello sendiri akan dimanfaatkan sebagai jalur
transportasi air yang menunjang transportasi darat.

Dalam perkembangannya River City Tello akan terintegrasi dengan industrial park (KIMA) dan rencana pengembangan Hasanuddin City Airport,
demikian usulan Lambang Basri yang juga Sekretaris Yayasan UMI.

Menurut Masud Sar, pengembangan River City Tello tidak hanya berdampak postif tapi juga berpotensi melahirkan dampak negatif. Salah satunya adalah konversi lahan akan berdampak pada terjadinya
banjir, namun dampak tersebut bisa diantisipasi dengan membuat sistem drainase yang teritegrasi dan
waduk tunggu yang sekitarnya bisa dibangun resort dan kawasan wisata kuliner.

“Keberadaan waduk ini
nantinya akan memperkuat identitas kawasan river city tello. Adapun problem stabilitas tanah pada
kawasan tersebut, terdapat banyak teknologi konstruksi bisa mengatasinya.
Lebih lanjut Mukhtar Syarkawi menjelaskan bahwa pengembangan River City Tello tidak sulit bagi Pemerintah Provinsi dan Kota Makassar, karena banyak investor yang akan berinvestasi di kawasan
tersebut. Kawasan ini juga bermagnet tinggi secara aksessibilitas dibanding tanjung bunga dan kawasan
hertasning, sehingga tentu lebih menguntungkan bagi investor,” terang Masud. (*)

loading...