Amankan Data Smart City Pemkot Gunakan Ahli Dari ITB

oleh -342 views

IMG_20140915_155352-1Makassar– Pemerintah Kota (Pemkot) meminta bantuan Institut Teknologi Bandung (ITB), membentuk tim untuk melakukan analisis terhadap optimalisasi program Smart City di kota Makassar.

Hal tersebut terungkap saat pertemuan antara guru besar ITB, Prof. Suhono Harso Supangkat dengan Walikota Makassar, Danny Pomanto, di ruang kerjanya, Senin, 15 September 2014.

Suhono, mengatakan, kedatangannya ke Makassar untuk memberikan bantuan kepada Pemkot dalam menjalankan program Smart City. Bantuan tersebut antara lain dengan menyiapkan beberapa program yang menunjang optimalisasi program Smart City.

Untuk itu, pihaknya menyiapkan tim untuk melakukan survey terhadap kondisi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup kota Makassar terkait kesiapan dalam penerapan Smart City.

“Kita akan lakukan survey dalam beberapa hari ini ke SKPD, sebagai bahan analisis untuk mematangkan sebarapa efektif penerapan teknologi yang akan dikembangkan” Kata guru besar dalam bidang teknologi informasi ini.

Menurut Suhono, ITB memiliki software hasil pengembangan sendiri yang rencana akan digunakan untuk mengelola penerapan teknologi berbasis internet untuk Smart City.

Selain itu, Suhono, memuji langkah Walikota Danny, menghadirkan sebuah kartu multifungsi “Smart Card”. Kartu ini merupakan implementasi dari program Smart City dalam mengidentifikasi jumlah penduduk dan segala permasalahannya.

“Kartu tersebut sangat bermamfaat karena dari data yang didapatkan dari pemilik kartu, bisa diketahui berapa jumlah pengangguran dan sebagainya, sehingga dapat dilakukan antisipasi” Ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Danny, berharap, ITB dapat menyiapkan akses keamanan dalam penggunaan teknologi berbasis internet, untuk melindungi kerahasiaan data yang dimilki pemkot.

“ITB ini baru saja juara dunia Cyber Security, nah kita mau agar dibantu kemanan data kita agar tidak dapat dibobol orang” Kata Danny.

Danny, berencana menyiapkan sebuah ruangan khusus dilantai tertinggi menara kantor Balaikota, sebagai pusat data kota yang aman dari pencurian.

“Jadi perlu ada ruangan yang tidak sembarang orang bisa masuk, dan terlindung dari ancaman pembobol yang menggunakan jaringan internet,”ungkap Danny (sak)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.