Home / HUKRIM / AMKPO Bakal ‘Geruduk’ Kantor Perwakilan Ombudsman Kaltim

AMKPO Bakal ‘Geruduk’ Kantor Perwakilan Ombudsman Kaltim

SAMARINDA– Rencananya, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kaltim Peduli Omnudsman (AMKPO), bakal menggelar aksi unjukrasa, di depan Kantor Perwakilan Ombudsman Kaltim, Rabu 18 Juli 2018 mendatang.

Aksi yang dikoordinatori tiga penanggungjawab, Wahdyat Alghazali, H. Ramadhansyah dan Wahyudin, akan mengeluarkan Petisi Penolakan Kaper ORI Kaltim Terpilih Kepada Presiden RI.

Menurut Ketua GRKB, Wahdyat Alghazali, perjuangan ini untuk kepentingan masyarakat Kalimantan Timur secara menyeluruh.

“Jika selama ini Sumber Daya Alam (SDA) kami sebagai warga Kaltim, sudah merasakan Pemerintahan Pusat mendapat pembagian hasil lebih besar daripada masyarakat Kaltim nikmati dalam bentuk DBH. Ada hal lain yang kami sebagai orang daerah bisa secara mandiri dan berdaulat dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kaltim untuk diberdayakan di daerahnya sendiri,” jelas Wahdyat, Kamis (11/7/19).

Apalagi berbicara jika kantor Perwakilan itu sendiri, lanjutnya, berada di daerah kami yang artinya biarkanlah SDM kamilah yang diberdayakan.

“Secara geografis kami lebih tahu daerah kami, mengapa orang luar yang baru mau mempelajari suatu daerah yang dikirim ke daerah kami,” terangnya.

Dikatakan, pengertian daripada perwakilan itu sendiri, yang mana dalam kamus bahasa Indonesia menjelaskan bahwa perwakilan adalah segala sesuatu tentang wakil, kumpulan atau tempat-tempat wakil.

“Dalam hal ini bahwa Kepala Perwakilan yang dipilih adalah untuk mewakili Ombudsman Republik Indonesia di daerah yaitu Provinsi Kalimantan Timur adalah sebaiknya orang Kaltim sendiri,” tambahnya.

Kedepan masyarakat ingin itu. Apalagi masyarakat Kaltim saat ini sudah banyak yang memiliki jenjang pendidikan yang tidak kalah dengan orang Pusat. Prestasi Pendidikan banyak raih penghargaan, maka jangan pandang sebelah mata SDM Kaltim.

“Ini lembaga pengawasan, kok melakukan praktek yang tidak benar seperti ini. bhayangkan saja puteri daerah Kaltim seorang dosen doktor bisa dikalahkan orang luar,” tegas Ketua GRKB.

Sementara Ir. H. Rahmadansyah, Letua Pusaka menambahkan, pihaknya keberatan atas keputusan pengangkatan Kusharyanto yang hanya cenderung titipan pejabat ORI Pusat.

Demikian halnya, Syarifah Rodiah , mantan Ketua ORI Kaltim memgatakan, kejadian ini membuka mata masyarakat, SDM Kaltim belum diperhitungkan Pusat.

“Bahkan hal ini terkesan penzholiman kepada putera-puteri daerah untuk kesekian kalinya, jika ini terjadi lagi,” terangnya.

Demikian Wahyudin, Ketua Forum Guru Honorer Samarinda menyatakan, Kaltim berduka setelah pengumuman hasil rapat pleno pansel Kepala Perwakilan sudah tayang di web resmi ORI dan lebih cepat dari jadwal yang sudah adaini sudah beraroma maladministrasi dan pembohongan publik.

Tempat terpisah, Ketua KCB Balikpapan Kartina Andajani memaparkan, kapan lagi putera-puteri Kaltim dipercaya jika bukan sekarang, sebaiknya Pusat melihat ini dengan bijak dan adil

Lalu, H. Rustam selaku Ketua FBN Bontang menuturkan, garis komando sangatlah penting dalam satu lembaga biar marwahnya dapat dijaga, disegani, dihormati dan dipercaya di masyarakat, bukan sebaliknya. (*)

loading...