Anak pejabat dibegal pelaku cepat tertangkap, jika masyarakat awam kehilangan kok sulit terungkap?

oleh -98 views

_20160312_163927Makassar– Seiring dengan keberingasan aksi begal di kawasan Kota Makassar, berbagai modus pencurianpun, kini tengah menjadi momok buat warga kota ini. Namun modusnyapun tetap sama, para pelaku kriminalitas mengincar barang berharga milik korbannya.

Nah, kasus begal yang meninmpah anak salahsatu pejabat di lingkup pemprov Sulsel, Zahran Zafirin di kawasan Jalan batua raya, depan SMA Negeri 5, hanya berselang 3 hari, pelaku begal tersebut dicokok aparat kepolisian.

demikian halnya dengan isteri anggota kepolisian yang jadi korban pencurian kekerasa di jalan raya, pelakunyapun cepat tertangkap, malah hanya berselang 2 hari.

Nah, bagaimana dengan masyarakat awam yang juga menjadi korban keberingasan pelaku kriminalitas pencurian?

seperti yang dialami Redaktur media Online ini (www.indotimnews.com), Zulkifli, sampai hari ke sepuluh, tak ada ciri-ciri pelakunya terungkap. Pada hal, korban sudah melapor resmi ke Polrestabes Makassar, bahkan sudah dimintai keterangan selama kurang lebih 1 jam di Unit Jatanras.

Sebelumnya Zulkifli kehilangan tas saat ia di Warkop Buana, Jalan Mappanyukki, s Tanggal 1 Maret 2016. Saat ia berada di warkop itu, sekitar Piulul 15.00 Wita, beberapa menit kemudian tasnyapun raib. bahkan pelaku pencurian itu menukar tas milik korban dengan tas yang hanya berisi setumpuk kertas berkas surat.

“Keesokan harinya baru saya melaporkan kejadian pencurian tas yang berisi labtop, arsip kantor, BPKB mobil, BPKB sepeda motor, dan STNK, serta uang jutaan rupiah,” papar Zulkifli, sabtu (12/3).

Redaktur media Online ini-pun berharap dengan Laporan polisi yang dibuatnya No: STBL/533/K/II/22016/Polda Susel/Restabes MKSR, kasus pencurian modus tukar tas ini bisa diungkap aparat kepolisian.

Namun penantian terungkapnya modus pencurian tas yang tak ada bedanya begal itu, haruslah terkubur.

nah, kasus yang dialami Zulkifli ini, hanyalah satu contoh kecil dari ratusan warga yang kehilangan atau korban begal yang sulit terungkap pelakunya.

Namun dengan kegigapan serta profesionalisme penegak hukum masih tetap dirindukan, demi terciptanya makassar sebagai kota yang aman dan tentram dari segala bentuk kejahatan.

penulis: A. Gusthi

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.