Aneh, Kepsek SDN 144 Sarroangin Bertentangan Bupati Jeneponto

oleh -171 views

20141212_02_14_10-1Jeneponto– Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, kerap mendengungkan sinergitas antara wartawan dan pemerintahan. Namun sayang , Kepsek SD Negeri Nomor 144, Satroangin, HJ. Ramliah malah sebaliknya. Keberadaan media selama ini hanya dianggap sampah. Siapa yang cerdas, bupati atau sang kepsek ini?

Anti media Ramliah ini ditunjukkan di depan orang tua muridnya, saat menggelar rapat di sekolah tersebut, Kamis (11/12/2014). Spontan saja seluruh orang tua murid terperangah akibat ulah sang kepsek yang notabenenya kurang faham akan fungsi media di negeri ini.

Nah, ketika rapat berlangsung, salahsatu orang tua murid mempertanyakan transparansi penggunaan dana BOS yang ada di sekolah tersebut.

Bukannya pertanyaan itu dijawab dengan benar. Malah kepsek ini melarikan jawaban ke tentang keberadaan media. Tentunya orang tua yang bertanya dan para orang tua siswa lainnya jadi bingung dibuatnya.

“Wartawan harus dibagi wilayah dengan lokasinya,” kata Ramilah di depan orang tua murid SD Negeri 144 Sarro Angin. Entah tak tau menjawab pertanyaan itu, ataukah dongkol dengan keberadaan  awak media pada rapat tersebut.

Malah dengan nada lantang, iapun berkilah dan mengatakan, buat apa koran, tidak bermanfaat. “siapa yang mau baca dan siapa yang mau mengajar,” tambah perempuan pendidik tersebut.

Malah kortan yang ada hanya dianggap sampah yang tak berguna.

Lagi-lagi para orang tua murid kian bingung akan ucapan sang kepsek yang terbilang latah itu.

Hingga rapat berakhir, para orang tua murid seakan kecewa. Karena kepsek ini dianggap tak mampu menjawab pertanyaan orang tua murid yang meminta transparansi pengelolaan dana BOS yang selama ini kurang diketahui.

Sementara itu, sejumlah pengamat dunia pendidikan yang ada di Kota Makassar saat dimintai tanggapan ulah kepsek ini, malah menganggap perempuan tersebut sebenarnya tak layak jadi kepsek.

“Jika benar demikian, ini bukti jika pihak Dinas Pendidikan Jeneponto, tidak selektif mengangkat seseorang menjadi kepala sekolah. Tingkat kecerdasan dan wawasan luas harus dimiliki sosok kepala sekolah,” tutur DR. Mahajirin SPd, MPd.

Demikian halnya sejumlah awak media di daerah ini, mengharapkan Bupati dan Kadis, melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepsek SD Negeri Nomor 144 Sarroangin, Jeneponto. Jangan ssampai mutu pendidikan tidak meningkat, malah merosot turun. (Syam/Ahmad/Zulkifli)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.