Aneh, Pemkot Tikep Tak Punya Kajian Dan Anilisis Soal BUMD. kok bisa yah?

oleh -126 views

Indotimnews– Meskipun sebelumnya telah direncanakan oleh pemerintah daerah Kota Tidore Kepulauan terkait dengan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kini telah disampaikan drafnya untuk dibahas dan disetujui dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) oleh Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kota Tikep.

Namun anehnya, dalam pembahasan tersebut, Pemerintah daerah Kota Tikep yang dihadiri oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) beserta sejumlah instansi lainnya yang berlangsung di ruang rapat gedung DPRD Tikep pada Selasa, (8/11/16) tidak memiliki kajian dan analisis mengenai manfaat serta bidang usaha berdasarkan potensi dan karakteristik daerah.

Hal ini diakui Ridwan Moh. Yamin ketua Tim Pansus BUMD kepada Indotimnews.com saat ditemui di kantor DPRD Tikep usai melakukan pertemuan tersebut, dia mengatakan dari hasil pembahasan tersebut pihaknya belum menemukan gambaran pasti terkait dengan kajian dan analisis pemkot tikep mengenai manfaat dan potensi usaha yang bakal digenjot di kota tikep berdasarkan karakteristik daerah.

“Kalau draf yang mereka ajukan ke kita itu hanya menjelaskan secara umum menyangkut dengan bidang-bidang usaha yang kurang lebih sebanyak 8 Usaha, sementara untuk kajian dan analisisnya secara spesifik itu tidak ada, olehnya itu kami meminta kepada mereka untuk menyiapkan kajian dan analisis secara tekhnis agar bisa menjadi bahan pertimbangan DPRD dalam menyetujui Perda tersebut, agar DPRD juga dapat melihat apakah pembentukan BUMD ini benar-benar layak dan berpihak terhadap daerah dan rakyat ini atau tidak,” ungkapnya.

Olehnya itu Ridwan menambahkan terkait dengan pembentukan BUMD atau Perusahaan Daerah pihaknya tidak mau serampangan dalam mengambil keputusan, sehingga dia beraharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan sektor unggulan serta potensi daerah yang dapat dikembangkan jika telah dibentuk BUMD.

“Misalnya kalau kita mau bergerak pada bidang pertanian maka pertanian seperti apa yang akan digerakkan, jadi harus disesuaikan dengan komoditi tidak boleh secara keseluruhan. Sehingga dalam penjelasan tekhnis itu harus lebih spesifik olehnya itu masalah ini kami masih menunggu kajian dan anilisi pemkot tikep terkait dengan pembentukan BUMD berdasarkan Manfaat, potensi dan karakteristik daerah,” tambah lelaki yang juga merupakan ketua Fraksi Partai demokrat itu.

Laporan : Ute

loading...
loading...