Anggaran RPPDA Rp.160 Juta habis, Aktivis sorot Dispopar Enrekang

oleh -235 views

Indotimnews– Aktivis kemahasiswaan asal Kabupaten Enrekang menilai, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Enrekang telah menghabiskan anggaran Rp 160 juta dari APBD, untuk Rancangan Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA).

Menurut Aktivis kemahasiswaan Hendriantu Jufri, sayangnya dengan anggaran yang sudah dianggap raib, pekerjaan tak kunjung ada hasil.

“Iini sudah tiga tahun digodok Dispopar Enrekang ternyata belum juga ada tindak lanjutnya sampai ke Badan Legislasi DPRD Enrekang untuk dibahas, sementara Anggaran Pembahasan terus dialokasikan Dispopar Enrekang,” tegas Hendrianto dalam rilisnya yang diterima indotimnews.com, Kamis (15/12).

Bahkan untuk tahun 2017 kata aktivis ini, RIPPDA tidak masuk dalam agenda pembahasan dalam Pansus DPRD Enrekang.

“Rancangannya saja belum lengkap di Dispopar Enrekang, bagaimana mau diajukan dan dibahas ke DPRD,” kata pria kerap disapa Anto ini.

Dirinya menegaskan, sudah tiga tahun sejak Keberadaan SKPD tersebut tidak ada kontribusi nyata untuk kabupaten Enrekang yang amat kaya akan potensi pariwisata.

“Kita liat saja objek wisata Villa Maspul sampai saat ini status pengelolaannya tidak jelas, apakah dipihak ketigakan atau dikelola oleh dinas terkait. sementara hampir tiga tahun selalu ada anggaran yang dialokasikan dan nilainya miliaran” ujar Mantan Sekretaris Panglima GAM ini.

Lanjut Anto, untuk semua anggaran itu, feedback untuk daerah mana dan dianggap tak jelas.

Mahasiswa Hukum pascasarjana UMI ini menambahkan, anggaran APBD untuk Dispopar hanya pemborosan saja, karena tidak ada kontribusi nyata dalam hal pengembangan Pariwisata untuk Enrekang.

Editor: Malik

loading...
loading...