Apa kabar tunggakan pajak BBN 1 ranmor PT. Vale Rp.16 Miliar, Publik butuh transparansi

oleh -271 views

Indotimnews– Beberapa pekan pasca desakan publik terkait dengan tunggakan Bea Balik Nama (BBN 1), kendaraan bermotor (ranmor) operasional PT. Vale, hingga saat ini belum menuai hasil tagihan senilai Rp.16 Miliar.

Sebab itu, Konsorsium Pemerhati Kebijakan Publik (KOPEK), meminta ketegasan Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Sulsel dan Direktorat Llaulintas (Ditlantas) Polda Sulsel, segera membuka ke publik, akan hasil yang didapatkan akan dugaan kerugian negara yang terjadi akibat tak teregistrasinya 116 unit ranmor operasional tambang PT. Vale.

“Demi menyelamatkan kerugian negara senilai Rp.16 Miliar, kami mengharapkan keseriusan institusi terkait yang notabenenya sudah membentuk tim dan melakukan investigasi ke tambang PT. Vale. Apa hasil tim tersebut, publik ingin keterbukaan,” jelas Direktur KOPEK, Uchu Mattawang, Selasa (15/11).

Hal serupa dipaparkan pula Ketua Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP), Arul, bahwa tak ada alasan institusi terkait untuk tidak membuka ke publik akan upaya instansi terkait menyelamatkan uang negara tersebut.

“Kami sudah melakukan aksi unjuk rasa beberapa kali ke Kantor Perwakilan PT. Vale. Namun hingga saat ini, perusahaan ini mapun institusi terkait, belum mampu menjelaskan ke publik akan dugaan kerugian negara tersebut,” jelas Arul.

Oleh karena itu, Ketua Sapma PP Makassar, kembali mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor institusi terkait untuk meminta, segera memaparkan hasil temuan tim yang selama ini diharap mampu melakukan proses penyelamatan uang daerah yang seharusnya dinikmati oleh rakyat.

Editor: Zulkifli

loading...
loading...