Apes, Bos Batu Akik Dirampok Rp.60 juta Dirumahnya

oleh -182 views

images(1)Indotimnews.com– Sebuah rumah yang berlokasi di Kampung Parung Kored RT 3/4, Kelurahan Parung Jaya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang dibobol kawanan perampok, Minggu (19/4) sore. Rumah tersebut diketahui milik seorang bos batu akik, Adijana (54).

Dalam perampokan tersebut, sebanyak 32 batu mulia berhasil digasak, di antaranya 23 batu cincin jenis bacan, 3 batu cincin safir, sebuah batu cincin garut, sebuah batu cincin rubi, sebuah batu cincin cat eye, serta sebuah batu cincin zambrud.

Kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta, mengingat barang yang dicuri terbilang mewah.

Peristiwa pembobolan tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban bernama Ira (40). Saat kejadian, Ira sempat melihat seseorang berada di depan rumah korban selama dua jam.

Adijana menuturkan, peristiwa perampokan yang dialaminya terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu dirinya baru pulang bekerja. Namun Adijana merasa ganjil ketika pagar rumah yang terkunci telah terbuka.

Tak berapa lama setelah tiba di rumah, seorang teman menemuinya untuk menanyakan pesanan batu cincin. Ketika ia hendak mengambil pesanan batu cincin itu ia terkejut kondisi seisi rumah telah berantakan. Dan ia makin terkejut ketika mengetahui puluhan batu mulia jualannya yang disimpan di bawah kamar tidur sudah tidak ada.

“Saya langsung melaporkan ke Polsek Ciledug,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ciledug AKP Afendi membenarkan peristiwa pencuri rumah kosong tersebut. Kini pihak Kepolisian tengah memburu pelaku yang diduga menjalankan aksinya lebih dari satu orang. Mengingat, benda berharga yang dibawa kabur dalam jumlah relatif banyak.

“Akan kita lakukan pengejaran, sebelumnya kami juga sudah melakukan olah TKP. Keterangan korban dan saksi juga sudah didapat, segera akan kami tangkap pelakunya,” katanya.

Dia mengimbau kepada warga agar lebih memperhatikan keamanan rumah sebelum bepergian. Jika rumah ditinggal dalam jangka waktu sebentar atau lama, lebih baik ada orang yang menunggu rumah untuk berjaga-jaga.

“Kita berharap peristiwa seperti ini dapat menjadi pembelajaran ke depannya,” jelasnya.

(merdeka.com)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.