Home / Indotimnews / API Sulsel : Hentikan Politik Adu Domba Demi Bangsa Yang Bermartabat

API Sulsel : Hentikan Politik Adu Domba Demi Bangsa Yang Bermartabat

MAKASSAR– Pasca Pilkada serentak 2018, situasi Indonesia sudah sangat kondusif, khususnya di kota Makassar. Selanjutnya, pemilihan presiden yang hari ini terlihat rawan menimbulkan gangguan yang akan menyebabkan situasi yang tidak kondusif.

Beranjak dari hal tersebut beberapa organisasi Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Untuk Indonesia (API) turut menanggapi hal tersebut dengan melakukan aksi unjuk rasa hari ini, Jumat (10/8/18) di Fly Over Pettarani, Makassar.

Adapun organ yang tergabung di dalamnya yaitu, Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD), Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR), dan Gerakan Mahasiwa dan Pemuda Intelektual Sul-Sel (GMPI Sul-Sel).

Pengunjuk rasa menilai, yang menjadi permasalahan terbesar Indonesia hari ini adalah kondisi Perekonomiannya yang sudah membuat Masyarakat Indonesia tercekik karena utang yang semakin besar jumlahnya.

Ketua KP-GRD, A. Ethus Mattumi menilai, Akumulasi utang pemerintah Indonesia memang satu hal yang perlu disikapi dengan cermat. Utang luar negeri (ULN) Indonesia ini akan terus meningkat ketika tidak adanya inovasi yang dilakukan, sebab Devisa Negara tidak pernah lebih besar dari anggaran yang dibelanjakan, sehingga akan senantiasa terjadi colapse dan alternatif yang dilakukan sudah pasti meminjam kepada bank dunia.

Dikatakan, angka persentase Korupsi hampir diseluruh bidang menjadi ironi untuk mempertahankan kebangkitan ekonomi bangsa.

“Ketika para elite politik sibuk mempermainkan massa rakyat untuk ikut terlibat dalam permainan politik yang hanya menguntungkan para elite politik sendiri maka hanya ada satu kata, LAWAN !!,” tegas Ketua Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD), Andi Etus dalam orasinya.

Namun, yang perlu dicermati juga persoalan efektifitas pajak progresif yang di terapkan pemerintah Jokowi-JK. Masih sangat jauh dari kata maksimal sebab penerapannya hanya menjangkau kalangan pengusaha bawah dan menengah.

“Pengusaha kalangan atas malah lebih terpriotaskan dengan program Tax Amnesty dengan dalih membuat cuaca investasi menjadi lebih baik, tapi disisi lain membuat pengusaha kalangan bawah dan menengah menjadi terseok-seok,'” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia bukan milik Asing, tapi milik Rakyat Indonesia !!

“Jangan biarkan kita terprovokasi dengan adanya kegiatan-kegiatan yang diskenariokan kaum elite politik yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan Rakyat Indonesia, dan membuat kita lupa bahwa Indonesia saat ini tidak sedang baik-baik saja,” tegas Ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR), Adi Kanzas dalam orasi selanjutnya.

Belum lagi masalah dibidang ketenagakerjaan misalnya, setelah terbukanya pasar bebas MEA, memaksa anak bangsa untuk lebih keras untuk berkompetisi yang sebenarnya berbanding terbalik dengan fasilitas penunjang perbaikan kualitas sumber daya yang diberikan pemerintah.

Di tambah penghitungan siklus penetapan upah yang tidak sesuai dengan biaya kebutuhan hidup terkhususnya wilayah timur.

“Hari ini kita butuh pemerataan ekonomi ! Tidak peduli siapa pemimpin dan presidennya yang jelas Nasib Rakyat Indonesia harus diperhatikan dan Rakyat Indonesia Ingin Sejahterah, !!, Tambah Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Intelektual Sul-Sel (GMPI), Immang juga dalam orasinya.

A. Ethus menambahkan, kebijakan Internasional kedepannya akan semakin membuat bangsa Indonesia yang tidak mandiri secara ekonomi akan porak-poranda, #2019GantiHaluanEkonomi yang mengacu pada Ekonomi Kerakyatan,” pungkas Ketua KP-GRD, Andi Etus Mattumi.(*)

loading...