Home / Indotimnews / ASP Minta Pansus Hapus Tambang Pasir Laut dalam Draf RZWP3K

ASP Minta Pansus Hapus Tambang Pasir Laut dalam Draf RZWP3K

MAKASSAR– Aktivis Aliansi Selamatkan Pesisir (ASP), Muhaimin Arsenio Kondisi ekositem laut Takalar mengalami penurunan produktivitas. Yang di sebabkan aktivitas penambangan pasir laut.

“Kapal yang melakukan pengerukan pasir yaitu, Kapal Royal Boskalis, kapal Sebastian De Elcano dan Gateway. Masing-masing kapal, memiliki kapasitas yang berbeda. Mulai dari 12.000 M3, 16.500 M3 dan 30.000 M3 . penambangan tersebut dilakukan secara illegal tanpa memiliki izin dan landasan hukum,” jelas Arsenio, saat usai menggekar aksi unjuk rasa di DPRD Sulsel, Jumat (9/11).

Dijelaskan, seperti yang di amanatkan dalam undang-undang No. 1 tahun 2014 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-palau kecil. Saat ini RZWP3K sedang dibahas dalam internal pansus. Yang memasuki tahap finalisasi.

“Tidak lama lagi aturan tersebut akan disahkan. Sebelum diaturan ini sahkan, pansus harus memperhatikan dampak yang sudah terjadi,” tambahnya.

Ia mencontohkan, di kecamatan Mampakasunggu tepat di pulau Tanakeke, wilayah tangkapan gurita masyarakat pesisir hilang dan petani trumbu karang rata-rata gagal panen serta banyak tanaman mangrove rusak, di sebabkan tercemarnya air laut hingga intrusi air laut masuk di rumah masyarakat.

“Kondisi saat ini, pesisir Galesong raya- Sandroben, rusak parah, karena panjang abrasi di daerah tersebut 20-30 meter dari pesisir. Tercatat ada 20 rumah rusak, di desa Bontosunggu dan desa Tamasaju. Pendapatan nelayan dan masyarakat pesisir turun dratis, hal tesebut akan memincu konflik social dan keluarga meningkat. Karena lokasi penambangan pasir laut sangat berdekatan dengan lokasi tangkap nelayan,” tegas aktivis ASP ini.

Menurutnya, Nelayan dan masyakat pesisir sangat menderita dan kesusahan selama ada penambangan pasir diperairan Takalar. Pasir tersebut akan di bawa ke lokasi Makassar untuk menimbun proyek CPI. Demi mempertahan mega proyek tersebut, 250 nelayan beralih profesi. Hingga sebagian nelayan nekat mencari uang dengan cara mencuri.

“Fakta diatas sudah jelas. Makan kami dari ASP meminta Pansu RZWP3K segera menghapus pasal-pasal yang mengakomir reklamasi pesisir dan tambang pasir laut. Karena pasal tersebut membunuh nelayan. Kadua tuntan kami hari ini tidak di indahkan. Maka kami akan datang dengan ribuan nelayan menduduki gedung DPRD. Bahwa nelayan menolak alokasi ruang tambang dalam draf RZWP3k. karena aturan tersebut tidak sesaui harapan masyakat pesisir,” pungkasnya. (Wisnu)

loading...