Home / Indotimnews / ASP : Tolak Reklamasi merusak Ekosistem Pesisir, RZWP3K adalah Bencana bagi 5.000 Nelayan Takalar

ASP : Tolak Reklamasi merusak Ekosistem Pesisir, RZWP3K adalah Bencana bagi 5.000 Nelayan Takalar

MAKASSAR – Aksi Diam di Kantor DPRD Prov. Sulsel Jl. Urip Sumoharjo Kota Makassar, Dari Aliansi Selamatkan Pesisir (ASP) Makassar yang dipimpin Muhaimin Arsenio (Jendlap aksi) dalam rangka menyikapi “Diamnya Pemerintah Sulsel Diatas Nasib Nelayan Dan Masyarakat Pesisir”.

Tampak dari pantauan awak media para Maasiswa berorasi Secara bergantian dengan menggunakan megaphone, membagikan selebaran, serta membentangkan Spanduk bertuliskan Kritikan-Kritikan Kepada Pihak Pemerintah,
Utamanya Kepala DPRD Provinsi Sulsel.

“Atas Nama Pembangunan Koata Makassar ini sedang membunuh Nelayannya Sendiri,” teriak Arsenio dalam orasinya.

Ia juga menyeruka Tolak Reklamasi karena merusak Ekosistem Pesisir.

“RZWP3K adalah Bencana bagi 5.000 Nelayan Takalar. Bungkamnya Pemerintah Pemerintah Sulsel Akan Nasib Nelayan Dan Masyarakat Pesisir,” jelasnya.

Pengunjuk rasa juga menuntut penghapusan Alokasi Ruang Tambang di dalam draf Ranperda RZWP3K dan Hentikan Reklamasi Pesisir Sulsel.

Ia menuturkan, diketahui bahwa Pemerintah seakan-akan menutup mata melihat kerusakan lingkungan hidup dan Pesisir di Sulsel. Terutama Nelayan Kota Makassar dan Kabuoaten Takalar.

“Hingga saat ini banyak Masyarakat Pesisir yang menjadi korban atas kerusakan tersebut. Pembangunan Center Poin Of Indonesia (CPI) dan Makassar New Port Pembangunan tersebut sumber masalah bagi Nelayan. Karena aktivitas penimbunan laut telah memiskinkan Nelayan Pesisir seperti, Nelayan Talo, Boloa, dan Nelayan pulau Lae-lae serta Nelayan Takalar,” tukasnya.

Hingga aksi selesai, Para Mahasiswa dibawah pengawalan Aparat Kepolisian dan Unit Gabungan intel. (WISNU)

loading...