AWAS: Kutuk Sistem Oligarki dan Otoriterisasi di Munas PERADI ke 2

oleh -99 views

IMG_20150327_083028Indotimnews.com– Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Anti Suap (AWAS) mengakui, bahwa musyawarah Nasioanal ke 2 yang diselenggarakan oleh perhimpunan Advokat indonesia (PERADI) di Makassar diharap mampu menghasilkan regenerasi demi terwujudnya hakekat organisasi yang adil dan demokratis.

“Kamipun mengutuk sistem oligarki dan otoriterisasi yang selama ini merusak dan menggerogoti organisasi PARADI,” ucap Aktivis AWAS, Ansar Makkasau, via rilisinya, Kamis (26/3/2015).

Diakuinya, bahwa munas ini diselenggarakan oleh PERADI di Makassar harus terhindar praktek politik kotor berupa suap (money politik)dan bebas dri kepentingan pribadi dan kelompok.

“Peradi sebagai wadah berhimpun advokat di bwah kepemimpinan sekarang gagal mengambil peran sebagai pilar penegak konstitusi reformasi hukum di indonesia untuk mengembalikan citra advokat sebegai lembaga yang mampuh menjadi penghrapan ditengah munculnya ketidak percayaan publik,” lanjut Ansar.

Yang nampak dari munculnya berbagai fenomena hukum yang kontroversial tutur Ansar, bahwa musyawarah Nasioanal ke 2 yang diselenggarakan oleh PERADI diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang berintegritas, kritis,intelektual dan memiliki kepedulian sosial sehingga mampu mengembalikan kepercayaan publik.

“Kami dari Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Anti Suap menyatakan sikap menolak sistem oligarki dan praktek politik kotor pda penyelenggaraan PERADI di Makassar,” jelasnya

Diakui aktivis AWAS, penyelenggaraan Munas ke 2 PERADI jika hanya untuk di jadikan ajang perampasan hak-hal demokrasi, menyatakan menolak penyelenggaraan munas ini. (G3)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.