Ayo! Polda Sulsel Ambil Alih Penyidikan Proyek Islamic Center Sinjai

oleh -225 views

images(439)” “Gerpak Ancam Laporkan Ke KPK, Jika Polda Sulselbar Tidak Mampu Tuntaskan “

Indotimnews.com– Proyek pembangunan Masjid Islami Center yang berlokasi di samping kantor Bupati Sinjai, Tanassang, Kabupaten Sinjai yang menelan anggaran Rp.11 miliar, hingga saat ini tak kunjung usai. Malah nampak bangunan masjid ini terbengkalai.

“Proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dilaksanakan Dinas Tarkirm Sinjai. Lantaran masih terbengkalai, kemudian pemerintah merealisasikan dana tambahan sebesar Rp 1 milyar, namun proses pekerjaannya tak kunjung usai,” ujar Andi Rudi, Ketua Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gerpak) Sulsel, di Makassar, Sabtu,(17/1/2015).

Ketua Gerpak Sulsel menjelaskan, realita yang ada tentang bangunan Islamic Centre saat ini, sungguh tidak masuk akal apabila telah menelan anggaran lebih dari Rp.11 Miliar. Dimana Dalam kerangka RPJMD Sinjai 2008-2013 dengan indicator terbangunannya  gedung Islamic Centre yang representative menunjukkan rampung 40% pada tahun 2013.

“Kalaupun demikian adanya, berarti dapat dipastikan telah terjadi penyalahgunaan anggaran antara pihak Dinas Tarkim dengan pihak ketiga dalam hal ini kontraktor pemenang tender,” ungkap A. Rudi.

Menurutnya, sampai hari ini, dokumen penganggaran RKA maupun DPA Dinas Tarkim yang dinahkodai Cecep selama 5 tahun anggaran kepemimpinan Bupati A.Rudianto Asapa hingga kepemerintahan Sabirin Yahya tidak dapat diakses oleh publik. walau dokumen tersebut adalah dokumen yang sepatutnya diketahui oleh public.

“Sekadar diketahu, pembangunan Islamic Center dimulai sejak tahun 2007, dan hingga hingga 2013 telah menghabiskan anggaran Rp11,1 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh beberapa perusahaan. Diantaranya PT Buana Raya Aji tahun 2007,  PT Tekad Tekhnik (2008) dan PT Karya Bangun Sindiko (2009),” lanjut Ketua Gerpak Sulsel.

Meski silih berganti rekenan dan menghabiskan anggaran belasan miliaran rupiah kara Andi Rudi, perempungan proyek tersebut jauh dari harapan. Bahkan ada kesan kata dia, proyek ini dikerja asal-asalan dan berindikasi merugikan keuangan daerah yang berpotensi KKN didalamnya,

” Kami Desak Kapolda sulselbar Ambil alih kasus Tersebut, jika Tidak Kami akan surati Komisi Pemberantasan korupsi ( KPK ) Karena ini Sudah penyimpanagan Besar yang dibiarkan,” terang Andi Rudi

Terkait kebijakan Pemerintah Daerah dan DPRD Sinjai untuk menganggarkan kelanjutan pembangunan Islamic Center di tahun 2015 mendatang,

Ketua Gerpak Sulsel juga mengingatkan, proyek tersebut telah menelan anggaran yang cukup banyak ditengarai keras akan menimbulkan korupsi berjamah lagi antara kepala dinas yang mengelolah dan kontraktor yang mengerjakan.

“proyek itu sudah lumrah pak yang namanya fee 20 persen itu pasti ada,” tutur Andi Rudi.

Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sinjai mulai melakukan pemeriksaan fisik terhadap bangunan Islamic Center yang diduga bermasalah .dan penyidikannya dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Andi Rahmat.

Namun sayangnya ungkap Ketua Gerpak, hingga saat ini tidak ada keterbukaan yang disampaikan ke masyarakat, sejauh mana penaganan kasusnya.

“Sebelumnya Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sinjai H Taiyeb A Mappasere Perna menjelaskan,Bahwa awalnya pemkab tidak mau menganggarkan kelanjutan pembangunan Islamic Center pada tahun 2015 sebelum dilakukan audit terhadap dana pembangunan yang dialokasikan sebelumnya,” katanya.

Lebih gamblang dipaparkan seperti pengakuan Tayyeb,, pemda awalnya memang tidak mau dianggarkan sebelum ada audit. Tapi, anggota dewan ngotot untuk tetap dianggarkan pada tahun 2015. (Win/Zulkifli)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.